Minta Suku Bunga KPR Tidak Naik

Minta Suku Bunga KPR Tidak Naik
Minta Suku Bunga KPR Tidak Naik

jpnn.com - SURABAYA - Pengembang meminta agar suku bunga KPR tidak naik pada tahun depan. Sebab kalau sampai terjadi kenaikan yang signifikan, maka bisa mempengaruhi pasar properti.

Direktur PT Ciputra Surya Tbk Sutoto Jacobus mengatakan secara umum pasar properti tahun depan jauh lebih bagus timbang tahun ini. Tapi pasar properti ke depan bergantung pada bunga kredit perbankan. Terutama kalau suku bunga acuan pada tahun depan mengalami kenaikan.

"Kenaikan BI Rate menjadi 7,75 persen belum lama ini tidak berpengaruh terhadap kenaikan suku bunga perbankan. Mayoritas bank belum menaikkan suku bunga KPR mereka. Mudah-mudahan BI Rate tidak naik lagi pada tahun depan. Tapi kita lihat dulu, kalau dolar naik, pasti BI Rate naik lagi," ujar Sutoto kemarin (14/12).

Sutoto menuturkan, sepanjang kenaikan bunga KPR wajar maka dampaknya tidak signifikan. Menurutnya, persentase kenaikan bunga sebesar 0,5-1,5 persen masih bisa ditoleransi. Namun kalau melebihi itu bisa mengoreksi penjualan properti.

"Kalau kenaikan di atas 1,5 persen bahkan sampai 2 persen saja, penjualan properti bisa turun sekitar 20 persen. Sebab konsumen terbebani dengan cicilan yang makin besar. Itu untuk sektor properti saja, belum sektor lain," tandasnya.

Kendati demikian pihaknya optimistis bisa mencatat pertumbuhan sebesar 15-20 persen pada tahun depan.

Tahun ini pihaknya memproyeksikan pendapatan dari tiga proyek di Surabaya sebesar Rp 650 miliar. Proyeksi tersebut jauh lebih kecil timbang realisasi pada 2013 lalu yang mencapai Rp 800 miliar.

"Pertumbuhan pasar properti 2012-2013 memang jauh lebih tinggi timbang tahun ini. Sedangkan untuk tahun depan, ekspektasi kami jauh lebih baik timbang 2014. Meski volume penjualan tetap, minimal ada kenaikan harga," jelasnya.

SURABAYA - Pengembang meminta agar suku bunga KPR tidak naik pada tahun depan. Sebab kalau sampai terjadi kenaikan yang signifikan, maka bisa mempengaruhi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News