Verifikasi Klub Kontenstan ISL Jangan Hanya Janji

Verifikasi Klub Kontenstan ISL Jangan Hanya Janji
Indonesia Super League. Foto: Istimewa

jpnn.com - JAKARTA - Indonesia Super League (ISL) sudah bergulir selama enam edisi sejak 2008 silam. Selama itu, mimpi buruk persoalan finansial klub-klub kontestannya tidak pernah hilang. Mimpi buruk itu tidak mungkin bakal terus berlanjut. Bahkan dalam ISL 2015 yang sudah digulirkan 1 Februari mendatang.

PT Liga Indonesia (PT LI) sebagai operator yang menaungi kompetisi profesional seperti di ISL dan Divisi Utama pun lagi-lagi menjanjikan pengetatan berupa verifikasi dari sisi finansial. Aksi itu sudah sering dilakukan setiap kali ISL berganti musim. Nyatanya, persoalan finansial tetap saja terjadi.

Untuk mencoba memutus mata rantai itu dalam ISL 2015 nanti, klub-klub harus memulai untuk menyusun proyeksi anggarannya. Sebab, menurut rencana, pada Selasa pekan depan (23/12), PT LI akan memanggil perwakilan 20 klub kontestan ISL ke Jakarta untuk membeberkan proyeksi finansialnya. Seperti yang sudah-sudah, ancaman tidak diikut sertakan berkompetisi pun kembali disuarakan.

"Kami lihat sejauh mana ketidak saiapan mereka, apakah masuk akal atau tidak. Kalau pada saat kami undang mereka tidak bisa membeberkan apapun, ya konsekuensi terberat ya mereka tidak boleh ikut kompetisi ISL 2015," ujar Sekretaris PT LI, Tigorshalom Boboy, kepada Jawa Pos (induk JPNN.com) di kantor PT LI, Kuningan, Jakarta, kemarin 18/12).

Tigor menuturkan, dalam pemanggilan itu, nantinya PT LI bakal menanyakan bagaimana klub-klub menyusun proyeksi pendapatan dan pengeluarannya. Untuk proyeksi pendapatan, itu lebih ke pendapatan yang sudah pasti bakal dikantongi klub-klub. Sedangkan pengeluaran lebih pada perkiraan pengeluarannya.

Dari situlah bisa dilihat sejauh mana dua pos anggaran tersebut bisa diseimbangkan manajemen klub yang bersangkutan. Sehingga, kalau mereka tetap menyatakan keikut sertaannya dalam ISL nanti tidak sampai menganggu jadwal kompetisi yang sudah ditentukan oleh PT LI.

"Setidaknya kami ada gambaran, jangan sampai setelah jadwal kami tentukan, mereka sudah rontok sebelum kompetisi. Kalau sekarang tidak kuat, ya lebih baik menyerah saja," tuturnya.

Pengampunan memang masih ada. Tapi, itu hanya untuk klub-klub yang masih bisa masuk akal proyeksi pengeluaran dan pemasukannya.

JAKARTA - Indonesia Super League (ISL) sudah bergulir selama enam edisi sejak 2008 silam. Selama itu, mimpi buruk persoalan finansial klub-klub kontestannya

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News