Awal Tahun, Harga Cabai Melambung Lagi

Awal Tahun, Harga Cabai Melambung Lagi
Awal Tahun, Harga Cabai Melambung Lagi

jpnn.com - BENGKONG - Di awal tahun, barga cabai merah di pasar tradisional Batam kembali melonjak hingga 95 ribu perkilonya di awal tahun 2015. Hal ini membuat sejumlah masyarakat khususnya ibu rumah tangga menjerit. 

Penurunan harga BBM oleh pemerintah pusat 1 Januari kemarin tak berpengaruh terhadap harga sayuran di pasar tradisional Batam. Harga cabai yang awalnya hanya Rp 80 ribu perkilo naik hingga Rp 95 ribu perkilonya. Padahal, dua bulan lalu harga cabai hanya Rp 30 ribu perkilonya.

Asep pedangan sayuran di daerah Bengkong mengatakan pihaknya terpaksa menaikan harga cabai. Karena akhir tahun 2014 kemarin, distributor cabai menaikan harga kepada sejumlah pedagang.

"Naiknya baru dua hari ini. Kalau disini saya jual perkilonya Rp 90 ribu, tapi kemarin sempat Rp 95 ribu. Jadi harga hari ini sebenarnya sudah turun," kata pria yang sudah dua tahun belakangan menjual di pasar Bengkong.

Menurut dia, kenaikan harga cabai disebabkan faktor cuaca yang buruk. Dimana hujan dan angin menyebabkan banyak cabai petani yang membusuk hingga panenpun gagal.

"Katanya banyak panen gagal karena hujan. Sementara permintaan tinggi, makanya harga cabai naik," terangnya.

Sedangkan harga untuk cabai rawit hijau berkisaran Rp 60 ribu, naik Rp 10 ribu dibandingkan harga normal yang hanya Rp 50 ribu perkilonya. "Naiknya sampai kapan dan turunnya kita tak tahu. Kita pedangan hanya mengikuti harga dari pemasok sayuran," sebutnya.

Sementara Irma warga Bengkong Indah mengaku kaget ketika mendapati harga cabai di pasar tradisional nai. Padahal tiga hari yang lalu, dirinya baru membeli harga cabai perkilonya Rp 80 ribu.

BENGKONG - Di awal tahun, barga cabai merah di pasar tradisional Batam kembali melonjak hingga 95 ribu perkilonya di awal tahun 2015. Hal ini membuat

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News