Hilangkan Pegal-pegal, Kakek Empat Cucu Terbiasa Nyabu

Hilangkan Pegal-pegal, Kakek Empat Cucu Terbiasa Nyabu
Hilangkan Pegal-pegal, Kakek Empat Cucu Terbiasa Nyabu

jpnn.com - SURABAYA - Perilaku kakek yang satu ini benar-benar tidak bisa dijadikan panutan oleh keluarganya. Meski Yasin Ghozali, 57, sudah memiliki empat cucu, kebiasaan nyabunya masih sulit dihilangkan. Kini dia harus menanggung akibat dengan mendekam di tahanan Polsek Dukuh Pakis, Surabaya.

Kasus hukum yang melibatkan Yasin bermula dari hobinya berkaraoke di Jalan Putat Jaya VI. Ketika itu dia bersama empat kawan lainnya. Setelah puas bernyanyi, Yasin disuruh kawannya membeli rokok.

Belum sempat kakinya melangkah ke luar ruangan, seorang di antara mereka nyeletuk, ''Nyabu yok, rek!.'' Kontan, ajakan itu disambut antusias oleh Yasin yang mengaku ketagihan dengan barang haram tersebut.

Selain beli rokok, Yasin mendapat titipan beli sabu-sabu dari seseorang berinisial M yang kini buron. Yasin pun berpesta sabu-sabu dengan teman-temannya di rumah karaoke tersebut.

Saat akan pulang, Yasin kena apes. Tiba-tiba, ada polisi yang datang ke rumah karaoke itu. Mereka mendengar informasi ada pesta sabu-sabu di tempat hiburan tersebut. Polisi lantas menggeledah pakaian Yasin. Ketika itu ditemukan sisa sabu-sabu di lipatan kaus. ''Saya masih mau pasang sepatu, terus pak polisi ini datang. Teman-teman sudah lari. Saya ditinggal,'' katanya setengah cengengesan.

Kini Yasin harus menutup muka karena malu setiap kali cucu-cucunya datang menjenguk. ''Ancaman pidananya minimal 5 tahun penjara. Kami akan kembangkan pengusutan kasus ini dengan mengejar pengedarnya,'' terang Kapolsek Dukuh Pakis Kompol Tommy Ferdian. (did/git)


SURABAYA - Perilaku kakek yang satu ini benar-benar tidak bisa dijadikan panutan oleh keluarganya. Meski Yasin Ghozali, 57, sudah memiliki empat


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News