Koalisi Oposisi Kian Longgar Sepeninggal Anwar

Koalisi Oposisi Kian Longgar Sepeninggal Anwar
Anwar Ibrahim. FOTO: ist

jpnn.com - Hanya dalam sepekan, Pakatan Rakyat (PR) kehilangan dua tokoh yang merekatkan mereka. Selepas Anwar Ibrahim dibui, Mursyidul Am PAS Datuk Nik Abdul Aziz Nik Mat mengembuskan napas terakhir. Mampukah koalisi kubu pembangkang itu bertahan? 

---

Sejumlah nama bermunculan untuk menggantikan posisi Anwar yang kini harus mendekam selama lima tahun di penjara setelah kasasinya ditolak Mahkamah Agung (MA) Malaysia. Politikus yang dikenal sebagai orator ulung itu terjerat kasus sodomi mantan ajudannya Mohd Saiful Bukhari Azlan tujuh tahun lalu. Selasa (10/2) Anwar dijebloskan ke penjara. 

Pakatan Rakyat harus membuktikan pada penduduk Malaysia bahwa sepeninggal Anwar, mereka masih bisa bertahan. Baik sebagai koalisi maupun untuk memimpin Malaysia di pemerintahan pada masa mendatang. Salah satu tokoh dari tiga partai yang bergabung dalam koalisi PR -Partai Keadilan Rakyat (PKR), Partai Aksi Demokratik (DAP), dan Partai Islam Malaysia (PAS)- harus maju. 

''Kita harus mengesampingkan apa pun yang menjadi kendala bagi ketiga partai (anggota koalisi PR, Red) sampai pemilihan umum nanti. Semua orang tahu, PR sedang menghadapi masalah besar dan kita tidak akan menyanggahnya,'' ujar Lim Kit Siang, mantan pemimpin DAP. 

Dia meminta agar sepeninggal Anwar, PR tidak bertengkar dan akhirnya justru membuat koalisi yang bertahan selama delapan tahun itu karut-marut. Lim menegaskan, apa yang terjadi pada Anwar saat ini sangat menyakitkan dan merupakan ketidakadilan. 

Karena itu, sebagai penghormatan untuk Anwar, PR harus mampu menggulingkan Barisan Nasional. ''Kita harus membuat koalisi ini lebih kuat untuk menggulingkan partai Barisan Nasional pada pemilihan umum berikutnya,'' tegas anggota parlemen di Gelang Patah, Johor, itu. 

Hal senada diungkapkan anggota komite pusat PAS Khalid Samad. Dia mendesak agar para petinggi PR tidak berebut posisi untuk menggantikan Anwar. Dia mengungkapkan, masing-masing partai yang tergabung di PR mempunyai kekuatan yang berbeda-beda, namun setara. Tidak ada yang lebih baik daripada yang lain. 

Hanya dalam sepekan, Pakatan Rakyat (PR) kehilangan dua tokoh yang merekatkan mereka. Selepas Anwar Ibrahim dibui, Mursyidul Am PAS Datuk Nik Abdul

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News