Setelah Babi, Warga Desa Ini Diresahkan Anjing Liar

Setelah Babi, Warga Desa Ini Diresahkan Anjing Liar
Setelah Babi, Warga Desa Ini Diresahkan Anjing Liar

jpnn.com - PANGKALAN BANTENG - Setelah salah satu warga Desa Sungai Bengkuang Kecamatan Pangkalan Banteng nyaris tewas diserang babi hutan alias celeng, kini warga desa tersebut kembali resah dengan maraknya kejadian gigitan anjing.

Seorang balita, Ritar, harus mendapatkan penanganan khusus setelah kaki kirinya digigit anjing, Jumat (13/2) sore. Usai membawa korban ke Puskesmas Semanggang, warga yang mengetahui kejadian tersebut langsung beramai-ramai memburu dan membunuh anjing yang dikhawatirkan mengidap rabies itu.

Alexius, warga desa setempat, mengungkapkan, warga berinisiatif memburu dan membakar anjing yang telah mengigit balita tersebut agar tidak menular ke anjing-anjing sehat lainnya.

”Biasanya anjing yang sudah berani gigit orang itu sudah sakit (rabies). Daripada menular ke anjing yang lain akhirnya kita musnahkan saja,” terang Alexius.

Dia menambahkan, gigitan anjing terjadi saat orang tua balita tersebut berada di ladang. Sebelumnya, tidak ada tanda-tanda anjing itu akan menggigit korban. ”Anak itu ingin main ke tempat tetanggga, tiba-tiba digigit begitu saja dan langsung kita larikan ke Puskesmas,” lanjutnya.

Sekretaris Desa Sungai Bengkuang Ana mengatakan, kejadian gigitan anjing di desanya bukan kali ini saja. Menurut laporan warga, sudah ada tiga anjing yang diduga terjangkit rabies dan telah dimusnahkan warganya.

”Kalau dari laporan, di wilayah jalur 4, 5 dan 6 Desa Sungai Bengkuang yang merupakan daerah populasi anjing terbanyak. Sudah ada dua kali kejadian gigitan anjing. Satu di akhir tahun lalu dan satunya lagi yang kemarin,” katanya, Sabtu (14/2) siang.

Ppihaknya berharap, Distanak Kobar turun ke lapangan dan melakukan vaksinasi agar kehawatiran warga akan penyakit rabies bisa tertangani.

PANGKALAN BANTENG - Setelah salah satu warga Desa Sungai Bengkuang Kecamatan Pangkalan Banteng nyaris tewas diserang babi hutan alias celeng, kini

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News