Anak Muda juga Bisa Terkena Osteoarthritis, Ini Penjelasannya

Anak Muda juga Bisa Terkena Osteoarthritis, Ini Penjelasannya
Ilustrasi. Foto: Raka Denny/Jawa Pos

jpnn.com - KELUHAN nyeri pada sendi lutut atau osteoarthritis kerap dialami orang yang berusia lanjut. Namun, kaum muda juga memiliki faktor risiko mengalaminya lebih dini, jika ditunjang faktor-faktor berikut.

Pertama, kelainan bentuk kaki yang mengakibatkan tekanan pada lutut menjadi lebih besar. Misalnya, pada bentuk kaki flat yang diabaikan sejak kecil.

Kedua, pemakaian alas kaki yang tidak tepat. Yang sering terjadi, perempuan kerap menggunakan sepatu tidak berdasar kenyamanan, tetapi sekadar mode. Akibatnya, posisi kaki menjadi tidak tepat dan memberikan beban yang lebih besar terhadap sendi lutut.

Ketiga, penggunaan berlebihan (overused). Berdasar tren saat ini, banyaknya ajang lari mulai 5K, 10K, half marathon, marathon, hingga ultramarathon. Banyak orang mengikuti ajang ini. Yang menjadi problem adalah ketika seseorang memaksakan diri untuk mengikuti lari melebihi kemampuan tubuhnya.

Dokter Michael Triangto SpKO menuturkan, ketika berlari, ada entakan setiap kali melangkah dan mendaratkan kaki depan ke permukaan tanah. Tekanan pada kaki depan bisa mencapai empat kali berat tubuh. Tekanan itu harus ditahan sendi lutut.

’’Apabila terjadi terus-menerus dan dalam jangka panjang, berisiko menimbulkan kerusakan pada sendi lutut,’’ ujarnya.

Olahraga ekstrem yang menekankan pada keberanian dan tantangan seperti parkour, gerakan melompat, dan berputar secara ekstrem berisiko menimbulkan gangguan pada sendi lutut.

Perempuan jauh lebih berisiko mengalami nyeri sendi dibandingkan dengan laki-laki. Sebab, laki-laki memiliki struktur tubuh lebih tinggi dan besar serta otot dan tulang yang juga lebih kuat.

KELUHAN nyeri pada sendi lutut atau osteoarthritis kerap dialami orang yang berusia lanjut. Namun, kaum muda juga memiliki faktor risiko mengalaminya

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News