Gajah Betina Berulah, Warga Jadi Resah

Gajah Betina Berulah, Warga Jadi Resah
Gajah Betina Berulah, Warga Jadi Resah

jpnn.com - MUARATEBO - Kerusakan kebun milik warga di desa Pintas Tuo, Kecamatan Muara Tabir, Kabupaten Tebo akibat ulah gajah semakin parah. Bahkan, kerusakan lahan sawit milik warga sudah mencapai ratusan Hektar.

Tokoh masyarakat desa Pintas Tuo, Jamhuri mengatakan, saat ini masyarakat desa Pintas Tuo dan desa Embacang Gedang sudah sangat resah akibat ulah gajah itu. “Warga resah akibat gajah yang telah merusak kebun," katanya.

Ia menjelaskan, luas kebun sawit yang dirusak gajah mencapai ratusan hektar. Padahal, kebun itu merupakan milik pribadi warga.

Keresahan warga bertambah karena gajah yang merusak itu sudah semakin dekat dengan pemukiman. Gajah itu teridentifikasi berjenis kelamin betina dengan tinggi nyaris 3 meter.

"Gajah itu jaraknya saat ini sudah sangat dekat dengan warga, jadi warga saat ini terus berjaga-jaga, jangan sampai gajah masuk kepemukiman," tegasnya.

Jamhuri mengharapkan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) segera turun tangan mengatasi masalah itu. Sayangnya, hingga berbulan-bulan lamanya ternyata BKSDA tak kunjung datang.

"Selama ini belum pernah ada orang BKSDA yang turun. Paling-paling cuma petugas kehutanan yang turun," keluhnya.

Sementara Camat Muara Tabir, Heru Purnomo mengungkapkan, hingga saat ini keberadaan hewan besar itu memang masih membuat warga waswas. Pasalnya, gajah yang diketahui hanya satu ekor tersebut sewaktu-waktu bisa merusak kebun milik warga.

MUARATEBO - Kerusakan kebun milik warga di desa Pintas Tuo, Kecamatan Muara Tabir, Kabupaten Tebo akibat ulah gajah semakin parah. Bahkan, kerusakan

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News