Ngakunya Diperkosa Perampok, Tapi Setelah "Anunya" Diperiksa, Ternyata...

Ngakunya Diperkosa Perampok, Tapi Setelah "Anunya" Diperiksa, Ternyata...
Ngakunya Diperkosa Perampok, Tapi Setelah "Anunya" Diperiksa, Ternyata...

jpnn.com - KEDIRI - Misteri perampokan dan pemerkosaan yang sempat mengguncang heboh Kediri ternyata hanya rekayasa. Hal itu terungkap dari keterangan Siti Masrofah, 20, sang pembantu yang mengaku telah digagahi perampok.Ternyata, warga Desa Canggu, Kecamatan Badas itu juga yang merupakan otak dari rekayasa kasus. 

Kemarin (23/5) Kasatreskrim Polres Kediri AKP Nandu Dianata mengatakan bahwa peristiwa  fiktif itu terungkap setelah petugas melakukan rekonstruksi ulang dan penyelidikan lebih lanjut atas kejadian itu. 

''Kecurigaan awal, saat anggota meminta hendak melakukan pemeriksaan kepada SM (Siti Masrofah, Red), dia enggan memberikan keterangan,'' tuturnya. 

Karena curiga dengan sikap Siti, polisi melakukan olah ulang tempat kejadian perkara (TKP) untuk memastikan kronologi kejadiannya. ''Saat itu kami temukan banyak kejanggalan,'' ujar Nandu. 

Salah satunya, pelaku perampokan ternyata tak membawa kabur handphone milik Siti. Padahal, dalam keterangan awalnya, Siti mengaku menjadi korban pemerkosaan dan perampokan. Dia juga mengaku kehilangan uang Rp 500 ribu dalam kejadian tersebut. 

Selain itu, saat dibawa ke RSUD Pelem Pare, Siti awalnya sempat divisum. ''Memang ada luka di bagian alat vitalnya, tetapi indikasinya bukan pemerkosaan,'' terang Nandu. 

Saat itu polisi mulai yakin perampokan dan pemerkosaan tersebut sebenarnya hanya akal-akalan. ''Tetapi, kami tidak mau gegabah. Kami harus mengumpulkan saksi dan bukti,'' lanjutnya. Apalagi, saat itu polisi belum mengetahui motif kejadiannya. 

Nandu mengungkapkan, sebelumnya Siti selalu memberikan keterangan yang berubah-ubah. Hal itu sempat menyulitkan polisi. Setelah penyelidikan selama seminggu, akhirnya Siti mengaku bahwa insiden yang terjadi di rumah majikannya, In'amullah, 49, pegawai Bank BPR Pare, adalah rekayasa.

KEDIRI - Misteri perampokan dan pemerkosaan yang sempat mengguncang heboh Kediri ternyata hanya rekayasa. Hal itu terungkap dari keterangan Siti

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News