Bim Bim: Memang Berat Berhenti Narkoba

Bim Bim: Memang Berat Berhenti Narkoba
Grub Band Slank saat di istana negara. FOTO: Natalia/jpnn.com

jpnn.com - JAKARTA - Dunia narkoba bukanlah sesuatu yang baru bagi grup band Slank. Pernah merasakan pahitnya dunia narkoba, membuat sejumlah personel grup tersebut kini gencar membantu pemerintah untuk pencegahan peredaran obat-obat terlarang tersebut. 

Sang drummer, Bim Bim salah satunya. Pria bertubuh kurus itu menyatakan, sulit memang berhenti dari candu narkoba. Namun, dia meyakinkan orang-orang yang saat ini masih menggunakan narkoba, bahwa semua orang bisa lepas dari jerat barang haram tersebut.

"Memang berat berhenti dari drugs cuma enggak ada yang enggak mungkin, kecuali gigit kepala sendiri itu yang enggak mungkin. Hanya ada satu tiket, yaitu diri kita sendiri. Ini saya buktinya, sudah 15 tahun free," ujar pria bernama lengkap Bimo Setiawan Almachzumi itu di Istana Negara, Jakarta, Jumat (26/6).

Bim bim mengaku khawatir dengan kehidupan remaja saat ini yang mulai kecanduan narkoba. Pria kelahiran 25 Desember 1966 itu sangat berharap masyarakat berpartisipasi dengan pemerintah untuk memberantas narkoba di tanah air. 

Sementara itu, bagi para pecandu narkoba, Bim bim berpesan untuk langsung ke tempat rehabilitasi sehingga mendapatkan perawatan intensif. 

"Mumpung mau berhenti dan enggak ditangkep, mumpung rehabilitasinya gratis, saatnya dikasih kesempatan pecandu untuk berhenti," tandas penabuh drum Slank tersebut. (flo/jpnn)


JAKARTA - Dunia narkoba bukanlah sesuatu yang baru bagi grup band Slank. Pernah merasakan pahitnya dunia narkoba, membuat sejumlah personel grup


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News