Menolak jadi Suami Bocah SMP yang Dihamili, Penambang Emas Dibui

Menolak jadi Suami Bocah SMP yang Dihamili, Penambang Emas Dibui
Menolak jadi Suami Bocah SMP yang Dihamili, Penambang Emas Dibui

jpnn.com - PALANGKA RAYA – Seorang pelajar SMP, Melati (16), nama samaran, kini terpaksa hanya memendam rasa penyesalan yang bertubi-tubi. Tidak hanya menyesal karena kehormatannya telah direnggut oleh pria yang belum menjadi suaminya, tapi gadis cantik itu juga menyesal dituduh mengandung anak orang lain oleh pria yang telah menghamilinya.

Sebab, Yuandi (29) yang bekerja sebagai penambang emas menolak menikahi Melati setelah orang tua gadis itu meminta pertanggungjawaban. Padahal menurut pengakuan Melati, pria yang telah menjadi pacarnya sejak Februari 2015 telah mengajaknya berhubungan intim layaknya pasangan suami istri sebanyak enam kali.

"Hingga pada akhirnya korban hamil," kata Kasatreskrim Polres Palangka Raya AKP Ritman Todoan Agung Gultom dilansir Kalteng Pos (Grup JPNN.com), Senin (29/6).

AKP Ritman menjelaskan, awalnya pelaku berbagai macam cara merayu korban hingga akhirnya Yuandi berhasil mengajak korban ke Hotel Nyai Rindang di Jalan Tjilik Riwut Km 11 Palangka Raya. Di hotel itu, keduanya melakukan hubungan intim layaknya pasangan suami istri sebanyak enam kali.

Melati yang sudah terlanjur berbadan dua meminta pertanggungjawaban untuk menikahinya. Namun Yuandi tidak mau dan tidak mengakui kalau anak di dalam perut Melati adalah anaknya. Dengan penolakan tersebut, Melati tetap bersikukuh kalau dihamil laki-laki bejat tersebut.

“Dari pengakuan korban kalau ia hanya melakukan hubungan intim dengan Yuandi saja dan tidak ada laki-laki lain,” katanya.

Dikatakannya, korban bertemu dengan pelaku setelah pulang sekolah. Kemudian tidak adanya pertanggungjawaban tersebut, orangtua korban melapor ke pihak berwajib. Saat ini, Yuandi telah dijebloskan ke bui.(iha/tur)

 


PALANGKA RAYA – Seorang pelajar SMP, Melati (16), nama samaran, kini terpaksa hanya memendam rasa penyesalan yang bertubi-tubi. Tidak hanya


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News