Sayang, Sumber Tenaga Banyak, 15 Ribu Desa Masih Belum Ada Listrik

Sayang, Sumber Tenaga Banyak, 15 Ribu Desa Masih Belum Ada Listrik
Marwan Jafar. Foto: dok/JPNN.com

jpnn.com - JAKARTA - Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (DPDTT) akan menggenjot program listrik desa. Langkah ini dilakukan karena diketahui hingga saat ini masih terdapat 15 ribu desa di Indonesia yang belum teraliri listrik.

"Banyak sumber tenaga listrik dalam skala besar maupun kecil yang bisa dikembangkan di desa. Baik pembangkit listrik tenaga air (PLTA), tenaga surya (PLTS), dan energi terbarukan seperti panas bumi, angin, biomasa, dan sebagainya," ujar Menteri DPDTT, Marwan Jafar di Jakarta, Senin (6/7).

Marwan mengungkapkan pandangannya, merespon pernyataan Presiden Joko Widodo saat meresmikan Pembangkit Listrik Energi Panas Bumi (PLTP) Kamojang V Garut dan ground breaking PLTP Ulubelu III dan IV Lampung. Ketika itu Presiden Joko Widodo menyebut, sampah dan kotoran ternak dimungkinkan menjadi potensi energi yang ramah lingkungan. Karena kandungan CO2 hasil pembakaran sampah sangat kecil, aman. Gas rawa yang tersembunyi di balik gambut juga merupakan potensi energi yang leluasa dikembangkan.

Menurut Marwan, energi terbarukan sebagai bahan bakar alternatif banyak ditemukan di masyarakat pedesaan. Hanya yang diperlukan saat ini, masyarakat dapat diberikan pelatihan untuk mengubah kotoran menjadi listrik. Jika pengadaan listrik teraliri, maka bisa dimanfaatkan untuk menjadi sumber ekonomi masyarakat.

Menteri Marwan menjelaskan, keberadaan listrik adalah salah satu indikator penting untuk mengukur kemajuan sebuah kabupaten maupun desa. Dari 74.094 desa di Indonesia, ada 39.086 desa yang tertinggal atau sekitar 52,78 persen dari total desa yang ada.

"Dari jumlah itu, ada sekitar 15.000 desa di Indonesia yang belum teraliri listrik. Ini menjadi pekerjaan rumah bagi kami, karena aliran listrik adalah kebutuhan penting masyarakat di jaman sekarang. Karena itu dalam beberapa program pembangunan daerah tertinggal, kami selalu agendakan pengadaan listrik bagi desa-desa yang belum teraliri listrik. Misalnya bantuan pengadaan PLTS dan sebagainya. Ini penting sebagai stimulus agar program listrik secara massif dan berskala besar bisa segera terwujud," ujar Marwan.

Untuk pengadaan listrik desa ini, Menteri Marwan juga mengatakan pihaknya menggandeng sejumlah perguruan tinggi dan universitas.

"Kami sudah bekerjasama dengan Institut Teknologi 10 Nopember Surabaya (ITS). Mereka akan menyiapkan peneliti handal dan siap diterjunkan ke desa-desa untuk membantu masyarakat. Indonesia sebenarnya memiliki potensi listrik yang sangat besar, khususnya pembangkit listrik tenaga panas bumi (geothermal). Jika potensi itu bisa dimanfaatkan, semua desa di Indonesia bakal terang benderang,” ujar Marwan. (gir/jpnn)


JAKARTA - Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (DPDTT) akan menggenjot program listrik desa. Langkah ini dilakukan karena


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News