Harga Daging Sapi Terkerek Minimnya Pasokan

Harga Daging Sapi Terkerek Minimnya Pasokan
Harga Daging Sapi Terkerek Minimnya Pasokan

jpnn.com - SURABAYA – Minimnya suplai daging sapi segar di pasaran memicu merebaknya penjualan daging yang tidak sesuai ketentuan. Selain itu, harga sapi siap potong di tingkat feedloter terus naik.

Ketua Paguyuban Pedagang Sapi dan Daging Segar (PPSDS) Jatim Muthowif menyatakan, tingginya permintaan daging sapi tidak diimbangi dengan suplai yang memadai. Akibatnya, bermunculan daging yang menyalahi ketentuan.

’’Kami menyayangkan banyak ditemukan daging yang tidak layak jual di pasar tradisional. Adanya penjualan daging tidak layak jual tersebut merupakan pertanda bahwa Jatim kekurangan stok sapi siap potong,’’ tandasnya, Senin (6/7).

Bahkan, harga sapi siap potong, terutama di tingkat feedloter, terus merangkak naik. Sebelumnya, harga sapi siap potong tersebut dipatok Rp 42.000–43.000 per kg. Tapi, awal pekan ini harganya naik menjadi Rp 43.000–44.000 per kg.

Sementara itu, harga daging sapi di pasar tradisional tercatat Rp 96.000–100.000 per kg. ’’Kalau ada yang menjual di bawah itu, misalnya Rp 90.000–95.000 per kg, bisa jadi itu menyalahi ketentuan, termasuk daging sapi glonggongan,’’ ungkapnya.

Diperkirakan, harga daging sapi kembali naik pada H-5 sampai H+5. Harga itu berpeluang naik kalau stok sapi siap potong terbatas. Saat ini rata-rata jumlah sapi yang dipotong di rumah pemotongan hewan di Surabaya sebesar 203 ekor per hari.

Jumlah itu mengalami kenaikan sebesar 10 ekor dibandingkan sebelumnya. ’’Tapi, tidak semua dijual ke masyarakat. Sebanyak 23 ekor di antaranya digunakan untuk menyuplai kebutuhan pabrikan,’’ tutur Muthowif.

Di tengah minimnya suplai dan harga yang berpotensi naik, lanjut dia, kebijakan untuk melakukan operasi pasar daging sapi diserahkan kepada pemerintah. Sebab, penyediaan daging sapi segar berbeda dengan komoditas lain.(jawapos)


SURABAYA – Minimnya suplai daging sapi segar di pasaran memicu merebaknya penjualan daging yang tidak sesuai ketentuan. Selain itu, harga sapi


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News