Kompetisi Resmi Tak Pasti, Ini Sisi Positifnya

Kompetisi Resmi Tak Pasti, Ini Sisi Positifnya
Evan Dimas. Foto: Hendra Eka/dok.JPNN

jpnn.com - JAKARTA - Menggabungkan pemain top di level klub profesional seperti ISL, mungkin membutuhkan biaya yang besar dan cukup sulit dilakukan. Tapi, untuk level pertandingan amatir, pemain-pemain top di ISL ternyata mudah disatukan.

Nahusam FC, klub amatir yang tampil di Liga Ramadhan di Makassar, Sumsel, mampu mengumpulkan para bintang ISL dalam satu tim. Ada beberapa nama yang dikenal memiliki kontrak mahal seperti Hamka Hamzah, Zulkifli Syukur, Diego Michels, Evan Dimas, Cristian Gonzales, dan Ferinando Pahabol.

"Saya memang punya keinginan menyatukan pemain-pemain yang bagus di tim. Kesempatan ya hanya kalau ada Tarkam seperti ini," kata Nabil Husin, manajer Nahusam FC, Sabtu (11/7).

Nabil menyebut, ada kepuasan tersendiri saat bisa memainkan pemain top dalam satu tim. Selain itu, dia bisa memberikan kesempatan kepada penonton melihat pemain pujaannya secara dekat

Menurut dia, sejatinya sulit menyatukan pemain-pemain top dalam even tarkam. Tapi, karena kondisi sepak bola yang tak kunjung pasti dan kompetisi masih abu-abu, pemain pun siap Tarkam.

"Kalau lagi jalan sepak bolanya, pasti susah. Karena klub mereka tak akan berikan izin. Pemain memang butuh, semoga sepak bola Indonesia jelas," ujar owner klub ISL  Pusamania Borneo FC tersebut. (dkk/jpnn)


JAKARTA - Menggabungkan pemain top di level klub profesional seperti ISL, mungkin membutuhkan biaya yang besar dan cukup sulit dilakukan. Tapi, untuk


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News