Ketika Polisi Masih Percaya Dukun untuk Ungkap Pembunuhan, Begini Hasilnya

Ketika Polisi Masih Percaya Dukun untuk Ungkap Pembunuhan, Begini Hasilnya
Ilustrasi

jpnn.com - KUPANG - Teka-teki pembunuh salah satu penghuni lokalisasi Karang Dempel di wisma Bukti Indah 2, Supre Putri Ponitanan, 48, pada 2 Juli lalu masih "gelap". Hasil pemeriksaan tiga organ tubuhnya, yakni jantung, hati dan kandungan belum diterima aparat Polres Kupang Kota.

"Jika hasil pemeriksaan tiga organ tubuh korban sudah kami terima, maka akan diketahui secara pasti penyebab kematian korban," tegas Kasatreskrim Polres Kupang Kota AKP Didik Kurnianto seperti dilansir Timor Ekspres (JPNN Group).
 
Terlepas dari itu, aparat Polres Kupang Kota juga mengaku kesulitan melacak pelaku yang telah menghabisi korban. 

Menurut Didik kesulitan itu disebabkan karena bukti-bukti untuk mendukung pencarian pelaku sangat terbatas. "Tapi kami tetap berupaya mengumpulkan bukti untuk mengungkap kasus ini. Sementara dari keterangan rekan kerja korban ternyata tidak terlalu mendetail dan mengarah secara pasti siapa sebenarnya pelaku pembunuhan," tegas Didik.

Tak hanya itu, pengendusan dua anjing pelacak di kamar mandi yang merupakan lokasi ditemukannya korban juga tak membuahkan hasil. 

Namun, aparat Polres Kupang Kota begitu gigih. 

Tak hanya mengandalkan bukti-bukti dan pemeriksaan saksi, korps baju cokelat di Kupang ternyata juga memanfaatkan hal-hal mistis. Pak polisi di sana "masih" menggunakan jasa para orang pintar alias dukun untuk mencari tahu siapa yang telah mencabut nyawa Putri. 

Hasilnya? Sayang, sampai sekarang ini masih gelap. (gat/sam/mas/jpnn)

KUPANG - Teka-teki pembunuh salah satu penghuni lokalisasi Karang Dempel di wisma Bukti Indah 2, Supre Putri Ponitanan, 48, pada 2 Juli lalu masih


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News