Tim Renang AS Kembali Dominasi Kejuaraan Dunia

Tim Renang AS Kembali Dominasi Kejuaraan Dunia
Nathan Adrian salah satu tim renang AS meraih medali perak dalam Kejuaran Dunia 2015. Foto: Doug Mills/The New York Times

jpnn.com - KAZAN - Terseok-seok di awal persaingan pengumpulan medali, tim renang Amerika Serikat (AS) berhasil mempertahankan tradisi sebagai pengumpul emas terbanyak di Kejuaraan Dunia Renang 2015. 

Dominasi itu bertahan dalam tujuh penyelenggaraan terakhir berturut-turut sejak 2003. Namun, jika ditilik lebih dalam, medali yang mereka produksi menyusut.
       
23 medali yang mereka kumpulkan di kejuaraan dunia ke-16 ini menjadi yang paling sedikit sejak Kejuaraan Dunia 2009 di Roma. Saat itu AS mengumpulkan 22 medali. 

Sedangkan untuk perolehan emas, delapan emas yang mereka kumpulkan di Kazan ini menjadi yang paling kritis sejak 1994. Saat itu mereka hanya mengumpulkan 4 emas.
       
Untuk pengepul emas individu, kali ini hanya dua perenang yang mampu menyumbang. Perenang 18 tahun Katie Ledecky menjadi donatur utama dengan empat emas (200 meter, 400 meter, 800 meter, dan 1.500 meter gaya bebas). Sementara satu perenang lain adalah perenang veteran, Ryan Lochte di gaya ganti 200 meter.
       
Terakhir kali hanya dua perenang AS yang menorehkan emas di kejuaraan dunia nomor individu terjadi di 1994. Saat itu Janet Evans dan Tom Dolan yang berperan. Jelang Olimpiade Rio de Janeiro yang akan digelar tahun depan, patutkah AS waspada?
       
Apalagi, di lain sisi, Australia sebagai peringkat kedua menempel ketat dengan raihan 7 emas, 3 perak, dan 6 perunggu. Tiongkok berada di posisi ketiga dengan 5 emas, 1 perak, dan 7 perunggu.
       
"Berdasarkan perenang yang kami bawa dan penampilan mereka (di Kazan), ini bukan gambaran seutuhnya (untuk Olimpiade)," tutur Frank Busch, Direktur tim nasional renang AS seperti dikutip The Washington Post. 
       
Satu hal yang membuat AS lega, mereka belum membawa skuad terbaik di kejuaraan dunia kali ini. Masih ada Michael Phelps yang mereka tinggal. Selain itu, juga ada perenang putri Katie Meili dan Kelsi Worrell yang tidak turut serta.
       
Yang paling membuat gaduh tentu torehan Phelps di kejuaraan nasional AS di San Antonio. Pada ajang tersebut, dia membuat catatan waktu lebih baik dari peraih emas di kejuaraan dunia 2015 pada nomor 100 dan 200 meter gaya kupu-kupu.
       
Phelps sendiri tidak diikutkan di skuad kejuaraan dunia akibat indisipliner pada September lalu. Saat itu dia dipenjara lantaran mengemudi dengan mabuk. Kejadian tersebut membuatnya diskors enam bulan oleh federasi renang AS, United States Aquatic Sports (USAS).
       
"Amerika tetap antusias menghadapi Rio (Olimpiade). Ada beberapa perenang lain yang akan bergabung. Jadi, kami tidak bisa melihat hasil ini sebagai kekecewaan. Kami tidak mengkhawatikan apapun. Sejarah masih akan berada di pihak kami," terang Busch.
       
Optimisme Busch berdasarkan fakta. Pada Kejuaraan Dunia 2011, AS mengumpulkan 16 emas, dengan total 29 medali. Setahun berselang, di Olimpiade London 2012, mereka kembali menjadi pengoleksi emas terbanyak dengan 16 emas dengan total 31 medali.  

"Kami tetap tim terkuat. Kami masih memiliki perenang-perenang hebat yang tidak dibawa di ajang ini (kejuaraan dunia)," tutur Nathan Adrian, peraih satu perak di kejuaraan dunia kali ini. (irr/ady)


KAZAN - Terseok-seok di awal persaingan pengumpulan medali, tim renang Amerika Serikat (AS) berhasil mempertahankan tradisi sebagai pengumpul emas


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News