Bencana Asap, Fahri Hamzah Doakan Segera Turun Hujan

Bencana Asap, Fahri Hamzah Doakan Segera Turun Hujan
Fahri Hamzah. Foto: dok.JPNN

jpnn.com - JAKARTA - Bencana asap akibat kebakaran hutan dan lahan di Sumatera dan Kalimantan masih berlangsung. Sejauh ini sudah ratusan ribu jiwa menjadi korban asap. Riau salah satu yang terparah. Di sisi lain pemerintah belum mengerahkan semua kemampuannya untuk memadamkan api.

Menanggapi hal ini, Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah mengajak rakyat Indonesia untuk bersama-sama berdoa supaya turun hujan. "Setiap hari kita berdoa agar turun hujan. Sudah lah, kita meminta, kita berdoa supaya turun hujan," kata Fahri di gedung DPR Jakarta, Kamis (8/10).

Politikus PKS itu bersyukur karena tanda-tanda elnino akan berakhir sudah terlihat dengan turunnya hujan deras di sejumlah daerah di Jawa, termasuk di Jakarta. Nah, Fahri berharap hujan deras juga mengguyur Sumatera dan Kalimantan. Karena hanya dengan turun hujan, karhutla bisa berakhir secara merata.

Terkait kelambanan pemerintah dalam menangani karhutla, Fahri mengaku tidak percaya bahwa pemerintah tidak punya kemampuan memobilisasi semua potensi untuk langsung memadamkan api dengan segala macam peralatan dan reknologi yang dimiliki.

"Mulai dari mitigasi titik api ada di mana, sampai memobilisir peralatan yang berisi air atau zat kimia sejenis untuk memadamkan api sehingga asapnya bisa berhenti. Itu saya percaya, dan mohon pemerintah segera lakukan itu," tegasnya.

Selain itu, Fahri meminta pemerintah bersungguh-sungguh melakukan pemadaman karena negara tetangga juga sudah protes. Seharusnya pemerintah mengajak mereka bersama-sama memadamkan api, bukan malah menolak tawaran bantuan yang diberikan.

"Negara-negara tetangga sudah teriak dan mohon ajak lah negara tetangga bersama-sama untuk tahap jangka pendek ini, padamkan api dulu. Setelah itu baru kita bicara semua pembakar hutan itu harus masuk bui. Karena itu kita harus tegakkan hukum. Tapi yang pertama selamatkan masyarakat dari asap," pungkasnya. (fat/jpnn)

 


JAKARTA - Bencana asap akibat kebakaran hutan dan lahan di Sumatera dan Kalimantan masih berlangsung. Sejauh ini sudah ratusan ribu jiwa menjadi


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News