Lawan Rusia dan AS, Al-Qaeda Beri Sinyal Merapat ke ISIS

Lawan Rusia dan AS, Al-Qaeda Beri Sinyal Merapat ke ISIS
Ayman al-Zawahiri. Foto: aranews

jpnn.com - DAMASCUS - Konflik di Syria sepertinya belum akan reda. Perseteruan koalisi Barat (kekuatan militer Eropa) dan Amerika Serikat dengan Rusia plus pemerintahan Presiden Syria Bashar al-Assad bakal bertambah bergejolak dengan semakin menguatnya kemungkinan dua kelompok militan, ISIS dan al-Qaeda bersatu.

Baru-baru ini, muncul rekaman audio dari pemimpin al-Qaeda Ayman al-Zawahiri yang meminta pendukungnya untuk bersatu menghadapi ancaman dari Barat dan Rusia di Syria dan Irak. Rekaman itu menunjukkan kesatuan yang lebih besar antara al-Qaeda dan ISIS.

"Amerika, Rusia, Iran, Alawi, dan Hizbullah yang mengkoordinasikan perang mereka melawan kami? Kami mungkin tidak mampu menghentikan pertempuran antara diri kami sendiri, namun kami dapat mengarahkan semua upaya perlawanan kami terhadap mereka," kata Zawahiri dalam rekaman audio yang dirilis Minggu (1/11) kemarin, dan dilansir dari aranews, Senin (2/11).

Tak begitu jelas kapan rekaman itu dibuat. Namun bila mengacu referensi yang dipakai Zawahiri adalah agresi Rusia, maka rekaman itu menunjukkan dibuat setelah Rusia melancarkan serangan udara terhadap kelompok-kelompok oposisi dan ISIS di Syria 30 September lalu.

Sementara itu ISIS, kelompok ultra-garis keras yang mengontrol sebagian besar Irak dan Syria juga sudah lama menyerukan perang terhadap Rusia dan Amerika Serikat. Banyak analisi membayangkan, bila kerja sama antara al-Qaeda dan ISIS semakin kuat, maka konflik di Timur Tengah akan kian sulit mereda. (adk/jpnn)


DAMASCUS - Konflik di Syria sepertinya belum akan reda. Perseteruan koalisi Barat (kekuatan militer Eropa) dan Amerika Serikat dengan Rusia plus


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News