Kisah Ibu Muda Hamil Menyelamatkan Diri dari Tenggelamnya KM Wihan Sejahtera

Kisah Ibu Muda Hamil Menyelamatkan Diri dari Tenggelamnya KM Wihan Sejahtera
Theresia Tolo, korban kapal tenggelam KMP Wihan Sejahtera di sekitar pelabuhan Teluk Lamong yang dievakuasi di RS PHC. FOTO: Guslan Gumilang/Jawa Pos

jpnn.com - THERESIA Tolo, 22, perempuan berusia 22 tahun asal Kabupaten Ende itu berjuang keras menyelamatkan diri dari tenggelamnya KM Wihan Sejahtera, kemarin (16/11). Padahal, Theresia sedang hamil dua bulan.

Hingga tadi malam, lulusan Universitas Tribhuwana Tunggadewi, Malang, itu masih dirawat di RS PHC. "Sejak awal saya punya firasat tidak baik. Motor kami rusak saat hendak berangkat dari Malang. Mobil ekspedisi yang saya titipi barang juga kecelakaan," katanya.    

Sesampainya di Surabaya, Theresia berusaha membuang jauh pikiran negatif itu. Bersama sang suami, Anselmus Keze, dia memasuki kapal Wihan di Pelabuhan Tanjung Perak. ''Saya berada di dek tengah dan dekat pintu keluar,'' ucapnya.

Pukul 09.00, kapal mulai berangkat. Theresia masuk ke dalam kapal. Dia ingin beristirahat karena kondisi badannya kurang fit. Itu terjadi karena posisi kehamilannya masuk trimester pertama. Rasa mual, pening, dan lemas sering datang tiba-tiba. ''Saya memilih tiduran di kamar,'' imbuhnya.

Sekitar pukul 09.15, kapal mulai miring. Theresia dan suami panik. Keduanya lari keluar dek. Posisi kapal yang semakin miring membuat mereka agak susah bergerak. ''Saya hanya menangis sambil berdoa kepada Tuhan,'' ujarnya.

Tangannya selalu berada di genggaman sang suami yang mencari jalan untuk menyelamatkan diri. Masuk lorong pintu dan memanjat tempat yang lebih tinggi dia lakukan. ''Saya lupa kalau sedang hamil,'' ucapnya.

Setelah keluar dari dalam kapal, dia bersama suami langsung menuju ke lokasi evakuasi. Satu per satu penumpang dievakuasi melalui tali. Theresia mulai teringat kondisinya yang berbadan dua. ''Ini hamil saya yang pertama, buah penikahan setahun lalu,'' katanya.

Tangisan mulai keluar. Saat itu, Theresia berada di antara dua pilihan. Melompat dengan risiko keguguran atau bertahan tapi nyawa menjadi ancaman. ''Saya pilih lompat ke tempat evakuasi,'' ucapnya.

THERESIA Tolo, 22, perempuan berusia 22 tahun asal Kabupaten Ende itu berjuang keras menyelamatkan diri dari tenggelamnya KM Wihan Sejahtera, kemarin

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News