Sempat Curiga Dibawa Kabur Sang Pacar

Sempat Curiga Dibawa Kabur Sang Pacar
Tampak Ibu Marjaah, Ibunda Rani Ayunia Pradini Putri (19) menunjukkan foto anaknya yang menghilang diduga ikut organisasi Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar). FOTO: Lombok Post/JPNN.com

jpnn.com - Rani Ayunia Pradini Putri (19), mahasiswi Universitas Mataram (Unram), sebelum menghilang meminta diantar ayahnya ke kampus. Permintaan anaknya dituruti. Tapi, setelah selesai kuliah anaknya tidak langsung pulang ke rumah.

Saat itu, Rani memang tidak membawa motor sendiri. Ia mengirim pesan singkat jika dirinya akan menginap di rumah teman kuliahnya.

Untuk meyakinkan kondisi anaknya, Hanafi menghubungi via HP. Ketika ditelpon, alumni SMAN 5 Mataram ini beralasan ada tugas yang hendak dikerjakan. Namun, Rani tidak memberitahu siapa dan dimana rumah teman kelasnya itu

Hari kedua tidak pulang rumah, orang tuanya kembali menghubungi. Mereka khawatir Rani belum pulang. Padahal, perkuliahan telah selesai. Ketika tersambung dengan Rani, Hanafi menanyakan keberadaannya.

“Dia bilang ke Gili Nanggu (Lobar). Temani sahabatnya dari Surabaya yang datang liburan,” cerita Hanafi.

Kala itu, Rani mengaku temannya itu datang bersama orang tua dan dua saudaranya. Hanafi pun tidak curiga. Ia pun merestui sambil menitipkan pesan agar tetap jaga diri.

Seharian berada di Gili Nanggu, Hanafi kembali menelpon Rani dan menanyakan kabar. Mahasiswi Fakultas Ekonomi semester III (tiga) ini meyakinkan kedua orang tua jika dirinya baik-baik saja.

Namun keesekoan harinya, Hanafi dan istrinya Marjaah mulai curiga. Karena selama tiga hari anaknya belum kembali. Hari keempat dihubungi, nomor kontak Rani tidak aktif.

Rani Ayunia Pradini Putri (19), mahasiswi Universitas Mataram (Unram), sebelum menghilang meminta diantar ayahnya ke kampus. Permintaan anaknya dituruti.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News