SADIS: Pak Satpam Diikat di Pos, Garong Leluasa Beraksi

SADIS: Pak Satpam Diikat di Pos, Garong Leluasa Beraksi
ILUSTRASI. FOTO: Pixabay.com

jpnn.com - DENPASAR – Aksi kejahatan terus terjadi di wilayah hukum Denpasar. Kali ini tepatnya, Senin (22/2) subuh sekitar pukul 04.00, Sekolah Taman Rama, Yayasan Taman Mahatma Gandhi Jalan Cokroaminoto No. 382, Ubung Kaja, Denpasar Utara diobok-obok garong. Dua sekuriti dan seorang waker dilumpuhkan sebelum mengacak-acak sekolah internasional itu. Bahkan selain tangan dan kakinya diikat, Santa, waker sekolah kepalanya bocor dipukul linggis.

Meski kerugian tidak seberapa, hanya sebuah kamera pocket dan uang tunai Rp 400 ribu raib. Namun dampak psikologis yang menyertai peristiwa itu tak bisa disepelekan.

Menurut informasi dari saksi di TKP, komplotan garong tergolong sadis. Nyoman Santa Maria (54) dan Ketut Suprapta, security sekolah yang bermitra dengan Cambridge Internasional Fellowship Centre itu harus dirujuk ke Rumah Sakit Surya Husada.

“Jam satu saya ketiduran. Ada keributan saya bangun. Kemudian ada orang membangunkan saya. Saya kaget. Dengan gerakan refleks, saya pukul dadanya,” ucap Santa sembari mengaku melihat empat orang semuanya mengenakan penutup wajah.

Perlawanan Santa kandas setelah linggis menyentuh batok kepalanya. Serangan tersebut kian brutal ketika Santa menjawab tak tahu saat ditanyai dimana lokasi uang disimpan. Hal serupa dialami Suprapta. Wajah dan sekujur tubuhnya lebam menerima pukulan dan tendangan para rampok. Walau tak mengalami luka sedikit pun, Made Toya tak bisa dikatakan beruntung. Dalam olah tempat kejadian perkara (TKP) sekitar pukul 10.00 Wita, waker bertubuh kurus tersebut tampak sangat depresi.  

Informasi yang berhasil dihimpun Bali Express (Grup JPNNN) kemarin, diduga komplotan pelaku sudah mempelajari seluk-beluk keamanan sekolah. Mereka beraksi pada saat security jaga malam sedang istirahat. Yang paling pertama dilumpuhkan adalah Suprapta dan Toya yang berjaga di luar ruangan pos.

Suprapta tidur beralaskan karpet plastik warna ungu. Sementara Toya di bangku besi panjang warna hijau tepat di depan pos. Menyelinap dari pintu gerbang samping, Toya tak bisa berkutik saat mulutnya dibekap dari belakang. Demikian juga dengan Suprapta. Komplotan itu langsung memukul dan mengikat tangan dan kaki kedua sekuriti dengan tali rafia warna biru muda.

 

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News