Saat Digoda Para Bule Wanita, Kembaren Michael Jackson Bilang Begini

Saat Digoda Para Bule Wanita, Kembaren Michael Jackson Bilang Begini
Saat Digoda Para Bule Wanita, Kembaren Michael Jackson Bilang Begini

jpnn.com - Tak selamanya copy paste itu buruk. Damiaen Belay ini justru menikmati hidup sebagai penjiplak bintang pop yang sudah meninggal. Senang sebagai penghibur tapi harus waspada dari godaan penonton.

Begitu pria berbobot 50 kg itu memperkenalkan diri saat berjabat tangan dengan Jawa Pos Radar Bali. Hampir tiga tahun pemuda asal Manado, Sulawesi Utara, ini jadi primadona Camplung Tanduk.

Sosok lulusan SMA dan pernah bekerja di Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado selama setahun ini cukup berliku jalan hidupnya. Tahun 2012, anak kedua dari lima bersaudara itu nekat mengadu hidup di Bali.

Tiba di Bali, pria asal Saumlaki, Kabupaten Maluku Tenggara Barat, Ambon, ini tak langsung menari. Dia sempat mengais rezeki dari berjualan minuman keliling di pantai. Beberapa bulan setelahnya, Damiaen mengambil kerja serabutan. Sejak Juli 2012, pemilik rambut kriwil itu menjadi Michael Jackson setiap malam di Bottoms Up Bar.

Hingga tahun 2013, siangnya dia tetap keliling menjajakan minum sembari mengajar les menari ala Jackson bagi anak-anak kaum ekspatriat. Kenapa memilih Michael Jackson?

“Karena semua orang di dunia sangat merindukan kehadiran sang bintang,” jawabnya singkat seperti dilansir Bali Express (Grup JPNN).

Juga karena almarhum dinilai peduli dengan kaum bawah. Kecintaan Damiaen terhadap artis kelahiran Gary, Indiana, Amerika Serikat, 29 Agustus 1958 silam, yang memulai karir bernyanyi pada usia lima tahun itu.

“Aku suka bukan hanya karena dance-nya. Aku suka semua tentang dia. Aku jadi Michael, meniru dia untuk bikin orang bahagia,” ucapnya melawan bising suara house music.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News