Ternyata, Masalah UNBK Terbanyak di Surabaya

Ternyata, Masalah UNBK Terbanyak di Surabaya
Ujian Nasional. Foto: dok. JPNN

jpnn.com - SURABAYA--Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jawa Timur (Dikbud Jatim) menyatakan pelaksanaan ujian nasional di Jawa Timur berlangsung lancar. Meski ujian nasional berbasis komputer (UNBK) masih berlangsung di sejumlah SMA hingga hari ini, secara umum pelaksanaan UNBK maupun ujian nasional berbasis kertas termasuk minim aduan.

Hal ini diakui Kepala Dikbud Jatim Saiful Rachman. Ia mengatakan, pengaduan yang masuk ke posko unas Jatim sangat minim. Kasus gangguan server dalam pelaksanaan UNBK juga tidak menonjol. Hanya, diakuinya, permasalahan atau pengaduan UNBK banyak terjadi di Surabaya daripada kota/kabupaten lainnya.

 ''Di daerah tidak ada, saya ke Probolinggo, ke Gresik, pelaksanaannya lebih tenang, tidak ada pengaduan,'' katanya.

Kondisi berbeda terjadi di Surabaya. Di SMK dr Soetomo, misalnya, server tidak bisa terkoneksi dengan pusat pada hari pertama ujian. Akibatnya, satu ruangan yang terdiri atas 26 komputer tidak bisa terkoneksi.

 Para siswa yang ujian di sesi pertama pun terpaksa ikut sesi tiga. Kondisi berbeda juga ditemukan di SMKN 5 yang mengalami gangguan listrik lantaran terjadi korsleting.

Sementara itu, salah satu SMA di Sidoarjo juga terkendala server. Di SMK Rajasa, Surabaya, lanjut dia, terjadi gangguan ketika akan mulai ujian. ''Monitornya mati, lalu segera diganti,'' jelasnya.

Meski terjadi gangguan, mantan kepala Badan Diklat Jatim itu mengapresiasi pelaksanaan UNBK di SMK Rajasa. Sekolah di Jalan Genteng Kali itu dinilai cukup bagus dalam melaksanakan UNBK.

''Servernya dipusatkan di satu ruang khusus, dilengkapi komputer monitor. Jadi, server tidak di dalam kelas atau di ruang komputer,'' tuturnya.

Terkait ujian nasional berbasis kertas, Saiful menyebut juga minim pengaduan. Hanya ada soal yang tertukar di Situbondo. (puj/c15/end/flo/jpnn)



Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News