Rizal Ramli Sampaikan Pesan Jokowi Soal Blok Masela

Rizal Ramli Sampaikan Pesan Jokowi Soal Blok Masela
Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Sumber Daya, Rizal Ramli saat memimpin rapat koordinasi di Kantor Menko Maritiman, Jakarta, Rabu (11/5). Foto: Dok. Kemenko Maritim for JPNN.com

JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Sumber Daya, Rizal Ramli mengatakan pemerintah mengubah paradigma pengelolaan sumber daya alam yang selama ini dikeruk dan langsung diekspor ke arah mengembangkan industri dalam negeri. Pengelolaan Blok Masela menurut Rizal, menjadi momentum perubahan paradigma pengelolaan Migas.

Hal tersebut disampaikan Rizal saat memimpin rapat koordinasi di Kantor Menko Maritiman, Jakarta, Rabu (11/5).

Turut hadir dalam rapat ini, antara lain Menteri PPN/Kepala Bappenas, Kementerian ESDM, SKK Migas, Kemendikti, Rektor Universitas Pattimura Saptenno, Rektor Universitas Darussalam, Ibrahim Ohorella dan tokoh Maluku, Engelina Pattiasina.

“Selama ini, mohon maaf, persoalan seolah hanya pengembangan di darat atau di laut. Itu sangat cetek. Sejak awal, Pak Presiden sudah meminta untuk mengubah paradigma pengelolaan sumber daya alam. Selama ini, kita hanya tebang kayu dan ekspor kayu. Kita keruk tanah di Papua, kita ekspor. Kita tangkap ikan di Maluku, kita ekspor. Kita tidak mau mengembangkan industrinya. Paradigma lama membuat kita tertinggal, meski memiliki kekayaan alam. Ini yang kita mau ubah," tegas Rizal Ramli.

Ke depan, lanjutnya, seperti Blok Masela tentu sebagian diekspor, tetapi sebagian juga akan digunakan untuk membangun industri pupuk dan petrokimia. Keberadaan industri seperti itu akan memberikan nilai tambah terhadap Migas.

“Kalau gas di Masela dieskpor, maka hanya akan menghasilkan sekitar 2,5 Miliar US Dollar. Tetapi, kalau dibangun industri down stream, seperti industri pupuk dan petrokimia maka akan menghasilkan sekitar 6,5 Miliar US Dollar dan bahkan bisa mencapai 8,5 Miliar US Dollar kalau dihitung multiplier effect yang ada di masyarakat," jelasnya.

Khusus untuk Blok Masela, kata Rizal Ramli, Presiden Joko Widodo memberikan arahan agar jangan menggunakan sistem enclave, karena hal itu akan menyulitkan masyarakat untuk berinteraksi.

“Kalau di darat saja enclave, bisa dibayangkan kalau di laut akan super enclave. Ini pesan Bapak Presiden,” ungkapnya.(fas/jpnn)



Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News