SEDIH! Ramal Bencana Terulang, Warga Gali Kuburan Massal

SEDIH! Ramal Bencana Terulang, Warga Gali Kuburan Massal
Korban hawa panas di Pakistan tahun lalu. FOTO : Reuters

KARACHI – Setelah tahun lalu hawa panas di Pakistan memakan korban hingga 1.300 orang. Kini, warga di negara tersebut melakukan berbagai persiapan untuk mengantisipasi musibah serupa, termasuk menggali kuburan massal. Mereka tak ingin kekacauan tahun lalu, yakni rumah sakit, kamar mayat, dan kuburan kewalahan menampung para korban.

''Terima kasih Tuhan. Kita menyiapkan segalanya lebih baik pada tahun ini,'' kata salah seorang penggali kuburan, Shahid Baloch. Dia bersama tiga saudara lelakinya bekerja di pemakaman yang dikelola organisasi amal Edhi Foundation di Karachi. Baloch dan rekan-rekannya hanya menggali tiga liang lahad. Namun, ukurannya cukup panjang sehingga satu liang bisa menampung 300 mayat.

Edhi Foundation tahun ini menambah jumlah ambulans dan rak ekstra di lemari pembeku kamar mayat, serta membeli mesin es baru agar pasien dan jenazah tetap dingin. Saat hawa panas terjadi tahun lalu, kamar mayat mereka kehabisan space pendingin mayat. Sebab, hanya dalam hitungan hari, ada 650 jenazah yang masuk. Ambulans akhirnya membiarkan jenazah penduduk di luar kepanasan.

Hawa panas di Pakistan tahun lalu mencapai puncaknya pada suhu 44 derajat Celsius. Itulah suhu terpanas sejak 1981. Biasanya suhu tertinggi musim panas di Pakistan sekitar 37 derajat Celsius saja. Dari 1.300 orang yang tewas tahun lalu, mayoritas didominasi orang lanjut usia, pecandu obat-obatan, serta buruh yang bekerja siang hari.

KARACHI – Setelah tahun lalu hawa panas di Pakistan memakan korban hingga 1.300 orang. Kini, warga di negara tersebut melakukan berbagai

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News