Empat Bulan, 74 Tewas Dihakimi Massa

Empat Bulan, 74 Tewas Dihakimi Massa
Aksi demonstrasi antirpemerintah di Venezuela. Foto: AFP

jpnn.com - RASA lapar ditambah perekonomian yang terjun bebas membuat warga Venezuela menjadi pribadi yang bengis. Hanya gara-gara dituduh mencopet uang 50 bolivars (Rp 68 ribu), Roberto Bernal, 42, harus kehilangan nyawa dengan cara yang sadis. Massa memukulinya, menuangkan minyak ke tubuhnya, lantas membakarnya hidup-hidup. 

Padahal, mereka tidak tahu dengan pasti yang telah Bernal lakukan. Mereka hanya melihat Bernal lari dan wajahnya mirip kriminal. Alasan itu sudah cukup bagi massa untuk menganiayanya. 

’’Kami ingin memberi pria ini pelajaran. Kami sudah lelah dirampok setiap kali berada di jalan dan polisi tidak pernah melakukan apa-apa,’’ ujar Eduardo Mijares, 29, salah seorang massa yang melakukan pengeroyokan. 

Bernal tidak tewas di tempat kejadian. Dia sempat dibawa ke rumah sakit. Namun, dua hari kemudian, nyawaya tidak tertolong. Kepada istrinya, Argelia Gamboa, bapak tiga anak tersebut mengaku tidak bersalah.

Saat itu dia tengah menuju tempat kerja barunya dan berhenti sebentar. Sesaat kemudian, ada pria tua berusia 70-an tahun yang menyelipkan uang ke kantongnya. Pria tua tersebut lantas meneriakinya pencuri. Karena panik Bernal lari, korban perampokan pun akhirnya berpikir bahwa dia benar pelakunya. 

Cerita Bernal kepada istrinya tersebut mungkin benar. Namun, sayangnya, massa tidak memberinya kesempatan untuk membuktikan hal itu. Pembunuhan terhadap Bernal tersebut menjadi viral karena ada yang merekam dan menyebarkan video itu. 

Kasus main hakim sendiri seperti kepada Bernal tersebut terus meningkat. Sepanjang tahun lalu, hanya ada dua kasus main hakim sendiri yang masuk meja hijau. Namun, sejak Januari hingga awal Mei, sudah ada 74 kasus. 

Situasi ekonomi yang karut-marut telah menimbulkan gelombang kejahatan di tengah-tengah masyarakat. Polisi sebagai penegak keamanan tidak mampu berbuat banyak karena kurang tenaga. Stempel sebagai negara terkaya dan teraman di Amerika Latin kini tidak bisa lagi dipakai oleh Venezuela. 

RASA lapar ditambah perekonomian yang terjun bebas membuat warga Venezuela menjadi pribadi yang bengis. Hanya gara-gara dituduh mencopet uang 50

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News