Seperti Mati padahal Siap Menyergap, yang Kecil Lebih Bahaya

Seperti Mati padahal Siap Menyergap, yang Kecil Lebih Bahaya
Menpora Imam Nahrawi saat mampir ke Pulau Komodo. Foto: M.Amjad/JPNN.com

jpnn.com - PULAU Komodo, menjadi salah satu tujuan wisata para peserta Tour de Flores. Kebanyakan dari mereka ingin menyaksikan dari dekat hewan purba yang mendiami pulau tersebut.

Muhammad Amjad, Labuan Bajo

"Pulau Komodo dipertahankan sesuai kondisi aslinya, sehingga tak ada yang berubah habitatnya meski pulau ini dikunjungi wisatawan." 

Itulah kata yang terucap dari Djunus Boeky, salah satu pengawas dari Taman Nasional Komodo, kepada JPNN beberapa hari lalu.

‎Alam di Pulau seluas 60 Km2 ini memang tak banyak diubah, kecuali penambahan kantor pengawas, rumah tunggu, mess ranger, kamar yang disewakan dan fasilitas dermaga yang berfungsi untuk membuat nyaman para wisatawan saat berkunjung ke kompleks taman nasional ini.

Ada beberapa jalur tracking yang disiapkan oleh pengelola, ‎untuk membuat wisatawan semakin terpesona dengan keindahan pulau yang masuk dalam tujuh keajaiban dunia tersebut. 

"‎Ada yang setengah jam, ada yang 45 menit, ada yang lebih dari satu jam," ucapnya

Pos dimulainya sama, yakni di Loh Liang. Tapi, wisatawan dipastikan tidak sendirian. Ada ranger, atau petugas yang berfungsi sebagai guide untuk wisatawan.

PULAU Komodo, menjadi salah satu tujuan wisata para peserta Tour de Flores. Kebanyakan dari mereka ingin menyaksikan dari dekat hewan purba yang

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News