Kepala Polisi yang Dibacok Pendemo Itu harus...

Kepala Polisi yang Dibacok Pendemo Itu harus...
Kapolda Bengkulu, Danrem 041 Gamas serta Bupati Benteng saat meninjau langsung lokasi tambang underground PT CBS, di Desa Susup, Kecamatan Merigi Sakti, Kabupaten Benteng. Foto BAKTI/BE/jpg

jpnn.com - BENTENG - Tim Dokter Kesehatan (Dokkes) dan Rumah Sakit Bhayangkara terpaksa mengoperasi kepala Bripka Saprizal, korban sabetan parang dalam demo yang berakhir ricuh, Sabtu (11/6), di Desa Susup, Kecamatan Merigi Sakti, Kabupaten Benteng, Bengkulu.

Operasi itu, guna mengantisipasi adanya luka fatal yang membahayakan kelangsungan hidup Saprizal.

“Kemarin (Sabtu, red), setelah di CT Scan, dia (Saprizal) kita operasi, untuk mengantisipasi adanya luka fatal di kepalanya,” kata Kabid Dokkes Polda Bengkulu, AKBP Dr Andri Bandarsyah seperti dikutip dari Bengkulu Ekspress (Jawa Pos Group).

Lanjutnya, setelah melakukan operasi di bagian kepala polisi tersebut pihaknya memastikan, tidak ada urat saraf yang putus dibagian kepala Saprizal. Sebab, hasil medis yang keluar dari operasi yang dilakukan terhadap kepala Saprizal itu, menunjukkan persentase yang bagus.

“Mudah-mudahan tidak ada urat saraf yang putus, karena hasil operasinya juga bagus tidak masalah,” ujarnya.

Dijelaskan Andri, agar pihaknya dapat terus memperhatikan perkembangan kondisi kesehatannya, Saprizal akan tetap dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara hingga kondisinya membaik. Serta, setelah melakukan operasi tersebut, pihaknya juga sudah merapikan jahitan medis yang ada di kepala Saprizal.

“Sekarang dia (Saprizal) dirawat inap di Bhayangkara, jahitan di kepalanya juga sudah kita rapikan, mudah-mudahan tidak akan ada masalah ke depannya,” tutup Kabid Dokkes.(BE/ray/jpnn)

BENTENG - Tim Dokter Kesehatan (Dokkes) dan Rumah Sakit Bhayangkara terpaksa mengoperasi kepala Bripka Saprizal, korban sabetan parang dalam demo


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News