Subsidi Dipangkas Setengah, Harga Solar tak Berubah

Subsidi Dipangkas Setengah, Harga Solar tak Berubah
Sudirman Said. Foto: JPNN

jpnn.com - JAKARTA – Kementerian ESDM terus mematangkan rencana mengurangi subsidi bahan bakar minyak jenis solar. Saat ini, opsi pengurangan pun sudah mulai mengerucut.

Nantinya, subsidi solar yang awalnya Rp 1.000 per liter akan dipangkas menjadi Rp 350 atau Rp 500 per liter. Menteri ESDM Sudirman Said menyatakan, seluruh asumsi sudah disampaikan ke Komisi VII DPR.

Usul awal subsidi solar dari kementerian dipangkas menjadi Rp 350 per liter. Meski subsidi menjadi lebih kecil, Sudirman menegaskan, harga solar dipastikan tetap Rp 5.150 per liter.

’’Kami tadinya mengusulkan Rp 350 per liter dengan harapan tiga sampai empat bulan ke depan tidak ada perubahan harga solar,’’ katanya.

Berdasar diskusi dengan Komisi VII DPR, disepakati subsidi solar dipangkas separuh menjadi Rp 500 per liter. Angka tersebut disetujui Pertamina yang menilai besaran subsidi Rp 500 per liter adalah opsi yang paling pas.

Alasannya, bila subsidi yang dikepras menjadi Rp 350 per liter, dikhawatirkan mengganggu keuangan perseroan. ’’Kami cek ke Pertamina dan tim Ditjen Migas. Subsidi Rp 500 per liter memungkinkan tidak ada perubahan harga solar sampai akhir 2016,’’ terang Sudirman.

Seluruh asumsi untuk penyusunan RAPBN 2017 telah dibahas. Mulai asumsi lifting, harga minyak, sampai subsidi BBM. ’’Yang menjadi kesepakatan, kami hormati. Ditunggu saja proses selanjutnya di badan anggaran DPR,’’ sambungnya.

Ketika dihubungi secara terpisah, Direktur Pemasaran Pertamina Ahmad Bambang menegaskan, subsidi solar Rp 500 adalah opsi terbaik. Perintah agar Pertamina tidak menaikkan harga solar sebenarnya membuat perseroan terancam merugi.

JAKARTA – Kementerian ESDM terus mematangkan rencana mengurangi subsidi bahan bakar minyak jenis solar. Saat ini, opsi pengurangan pun sudah

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News