Selesai Bertapa, Peziarah di Pringgondani Meninggal Dunia

Selesai Bertapa, Peziarah di Pringgondani Meninggal Dunia
EVAKUASI: Sejumlah relawan mengevakuasi jenazah peziarah dari Petilasan Pringgondani di Tawangmangu, Karanganyar, Jumat (29/7). Foto: Radar Solo/JPG

jpnn.com - KARANGANYAR – Ketenangan suasana di Petilasan Pringgondani, Tawangamangu, Kabupaten Karanganyar pada Jumat lalu (29/7) pecah oleh peristiwa  menyedihkan. Pasalnya, seorang peziarah meninggal dunia di bangsal pertapaan.

Peziarah yang meninggal itu bernama Sa’adah (60), warga Blok Kedung Klutuk RT 12/RW 03 Kelurahan Bode Lor, Kecamatan Plumbon, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. Korban bersama empat anggota keluarganya tiba di Pringgondani Kamis (28/7).

Mereka kemudian menyusuri jalan ke lokasi pertapaan. Korban bertapa hingga Jumat (29/7) pagi.

Saat akan ke kamar mandi, korban tiba-tiba terjatuh. Kepalanya membentur tanah.

Keluarga korban berusaha memberikan pertolongan. Namun nahas, nyawa korban tidak  terselamatkan.

Salah satu adik korban, Mumu Masmu Muktar yang ikut dalam rombongan peziarah mengatakan, kakaknya selama ini memang memiliki riwayat penyakit jantung. ”Korban kakak saya. Beliau memang memiliki riwayat penyakit jantung,” ujarnya.

Kejadian itu lantas dilaporkan kepada aparat kepolisian. Kanit Reskrim Polsek Tawangmangu, Iptu Ismugianto mengatakan, korban terjatuh saat menuju kamar mandi. ”Belum sempat masuk ke kamar mandi, korban jatuh,” kata Ismugianto.

Namun, proses evakuasi korban memang tak mudah. Relawan gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karanganyar, Karangpandan (Rendan), FKPM Tawangmangu dan lainnya harus menyusuri bukit dan jalan yang curam saat mengavekuasi korban.

KARANGANYAR – Ketenangan suasana di Petilasan Pringgondani, Tawangamangu, Kabupaten Karanganyar pada Jumat lalu (29/7) pecah oleh peristiwa 

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News