Oknum Polisi Akhiri Napas dengan Caranya Sendiri

Oknum Polisi Akhiri Napas dengan Caranya Sendiri
Ilustrasi Foto: dok.Jawa Pos

jpnn.com - KOTAMOBAGU — Anggota Polres Bolmong, Sulut, inisial IKA (34), memilih mengakhiri hidupnya dengan cara yang dipilihnya sendiri. 

Diduga depresi karena penyakit tak kunjung sembuh, polisi berpangkat brigadir itu nekat gantung diri menggunakan kain selendang di dapur rumahnya, di Desa Werdi Agung Timur, Kecamatan Dumoga Tengah, Kabupaten Bolaang Mongondow, Selasa (9/8) sore kemarin.

Sumber resmi dari kepolisian menyebutkan, korban pertama kali ditemukan oleh pamannya I Wayan Sudita (47), saat itu baru pulang dari kebun. Saat masuk ke dapur, petani ini terkejut melihat ponakannya sudah meninggal dengan posisi tergantung. 

“Saat itu paman korban tiba di rumah sekira pukul 16.30 wita. Dia terkejut ketika melihat ponakannya sudah tergantung, dan kain selendang sekira 1 meter kedua sisinya terikat di leher dan balok atap dapur,” jelas sumber Posko Manado (Jawa Pos Group). 

Dikatakan,  keponakannya itu telah lama menderita penyakit gangguan kejiwaan. Pihak keluarga telah berupaya semaksimal mungkin mencari pengobatan untuk kesembuhan korban, namun belum juga berhasil. 

“Dia (korban) sudah berapa kali mencoba gantung diri tapi selalu digagalkan keluarga. Mungkin dia frustasi dengan penyakitnya yang tak kunjung sembuh,” ungkapnya.

Kasubag Humas Polres Bolmong, AKP Syaiful Tammu, membenarkan adanya kejadian itu. Menurutnya, korban sudah lama tak masuk kantor karena penyakit yang dideritanya itu. 

“Kami sudah melakukan olah TKP, visum serta mengumpulkan barang bukti dan saksi,” sebutnya. (PM/sam/jpnn)


KOTAMOBAGU — Anggota Polres Bolmong, Sulut, inisial IKA (34), memilih mengakhiri hidupnya dengan cara yang dipilihnya sendiri.  Diduga


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News