Suku Bunga Kredit Mikro Sulit Turun

Suku Bunga Kredit Mikro Sulit Turun
BI. Foto: JPNN

jpnn.com - BALIKPAPAN – Suku bunga kredit untuk sektor UMKM selama ini dinilai lebih tinggi. Angkanya dinilai lebih tinggi ketimbang suku bunga kredit retail. Suku bunga KUR bisa sembilan persen karena subsidi pemerintah.

Dilihat dari data yang dihimpun dari Bank Indonesia, terlihat rata-rata suku bunga kredit mikro di angka 19 persen. Seperti PT Bank Mandiri (Persero) Tbk suku bunga mikronya sebesar 19,25 persen, PT Bank CIMB Niaga Tbk (19 persen), PT Bank Danamon Indonesia Tbk (19 persen), dan BPD Kaltim (11,15 persen).

Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kalimantan Timur Dwi Ariyanto menjelaskan, untuk menentukan besaran suku bunga kredit di sektor produktif bank-bank harus mempertimbangkan berbagai aspek.

Selain biaya dana, antara lain profit margin dan profil risiko calon debitur dan sektor usaha.

“Di sektor mikro ini debiturnya visible namun tidak bankable. Jadi, mungkin perbankan melihat risikonya cukup tinggi dibanding penyaluran di sektor ritel yang usahanya sudah jelas dan bankable,” ujarnya.

“Jadi, mau tidak mau suku bunga di sektor tersebut cukup tinggi. Kalau dalam bahasa bisnis mengambil jumlah sedikit lebih mahal dibanding mengambil jumlah banyak,” terangnya.

Dwi menjelaskan, kredit mikro memiliki biaya operasional (overhead) dan premi risiko yang lebih tinggi dibanding sektor kredit lain. Sebab, bank harus merekrut banyak tenaga kerja dan memiliki jaringan hingga pelosok.

Menurutnya, walau memang diperuntukkan bagi rakyat menengah ke bawah, untuk menurunkan suku bunga kredit di sektor mikro ini cukup sulit.

BALIKPAPAN – Suku bunga kredit untuk sektor UMKM selama ini dinilai lebih tinggi. Angkanya dinilai lebih tinggi ketimbang suku bunga kredit

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News