Pemerintah Pesimistis Selesaikan Proyek 35 Mw Tepat Waktu

Pemerintah Pesimistis Selesaikan Proyek 35 Mw Tepat Waktu
Ilustrasi. Foto: JPNN

jpnn.com - JAKARTA – Kementerian ESDM tak yakin bisa menyelesaikan proyek pembangkit listrik 35 ribu mw pada 2019 mendatang. Seluruh proyek diprediksi baru selesai pada 2020.

Pelaksana Tugas Menteri ESDM Luhut Binsar Pandjaitan memprediksi penyelesaian proyek pada 2019 hanya 20–25 ribu mw. ’’Saya pikir, dapat 20–25 ribu mw yang COD (commercial operation date, Red) bagus ya,’’ katanya di Kementerian Perekonomian kemarin (29/8).

Dirjen Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Jarman menjelaskan, ada dua hal yang memperlambat penyelesaian proyek. Yakni, pembebasan tanah dan pengadaan infrastruktur. Kendala utama tetap pengadaan lahan.

Jarman tidak mengetahui proyek yang diperkirakan terlambat dan proyek yang dapat beroperasi pada 2019. Sampai semester pertama tahun ini, PLN baru mampu melakukan perjanjian jual beli listrik (power purchase agreement) 195 mw.

PLN juga terus berupaya mempercepat pembangunan. Kemarin perseroan membuka tender dua proyek pembangkit 35 ribu mw non-BBM. Yakni, PLTU Kalbar 2 (2 x 100 mw) dan pembangkit listrik PLTMG/PLTGU Peaker Jawa–Bali 4 (1 x 450 mw).

Senior Manager Public Relations PLN Agung Murdifi menuturkan, pengembangan PLTU Kalbar 2 menjadi upaya PLN menekan biaya pokok produksi dan meningkatkan keandalan sistem di Kalimantan Barat.

Kapasitas terpasang pembangkit di Kalbar sampai 2015 baru 228 mw. Pembangkit listrik di Kalbar didominasi diesel 192 mw, gas/mesin gas 34 mw, dan air/mikrohidro dua mw.

Kapasitas terpasang pembangkit di sistem Jawa–Bali pada 2015 mencapai 33.824 mw. Rencananya, hingga 2025, ada penambahan kapasitas sampai 43 ribu mw dengan rata-rata pembangunan setiap tahun 4.300 mw.

JAKARTA – Kementerian ESDM tak yakin bisa menyelesaikan proyek pembangkit listrik 35 ribu mw pada 2019 mendatang. Seluruh proyek diprediksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News