Demokrat: Mas Agus tidak Dipaksa

Demokrat: Mas Agus tidak Dipaksa
Ilustrasi. Foto dok JPNN.com

jpnn.com - JAKARTA - Karier Agus Harimurti Yudhoyono di militer berakhir. Dia memilih bertarung di Pilkada DKI Jakarta 2017, sebagai calon gubernur yang diusung Partai Demokrat, PAN, PKB, PPP berpasangan dengan Sylviana Murni.

Tak sedikit yang menyayangkan Agus meninggalkan dunia militer. Padahal, anak Presiden RI keenam Susilo Bambang Yudhoyono itu dianggap sebagai perwira cerdas.  

Lalu apa alasan Agus meninggalkan dunia militer dan memilih jalur politik?

Tim pemenangan Agus-Sylvina, Didi Irawadi Syamsudin menegaskan Agus memang punya karir gemilang di militer dan pernah sekolah di tempat yang prestisius dengan prestasi membanggakan.

"Memang banyak yang menyayangkan Mas Agus mundur. Namun, pengabdian bagi negara itu merupakan hak seseorang. Pengabdian itu tidak ada batasnya di bidang mana pun," kata Didi saat diskusi bertajuk 'Perang Bintang di Langit Jakarta', Sabtu (24/9) di Cikini, Jakarta Pusat.

Menurut dia, ketika seseorang memiliki jabatan di militer lalu ingin berkiprah di jalur lain berdasarkan panggilan nurani, tentu itu merupakan hal baik.

Apalagi, kader Demokrat dan partai-partai yang tergabung dalam koalisi Cikeas menginginkan Agus menjadi pemimpin Jakarta. Namun, ia menegaskan, mundurnya Agus dari militer dan memilih menjadi cagub DKI Jakarta bukan karena paksaan siapa pun.

"Saya kira tidak ada paksaan dari salah satu pihak. Figur ini menarik untuk mewarnai pilkada Jakarta," katanya. (boy/jpnn)


JAKARTA - Karier Agus Harimurti Yudhoyono di militer berakhir. Dia memilih bertarung di Pilkada DKI Jakarta 2017, sebagai calon gubernur yang diusung


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News