Tiongkok Punya OBOR, Tantowi Sodorkan Konsep Poros Maritim Jokowi

Tiongkok Punya OBOR, Tantowi Sodorkan Konsep Poros Maritim Jokowi
Anggota Komisi I DPR Tantowi Yahya dalam Forum Pertemuan Wali Kota se-Tiongkok dan ASEAN di Nanning, Rabu (28/9). Foto: dokumentasi pribadi for JPNN.Com

jpnn.com - JAKARTA - DPR khususnya Fraksi Partai Golkar patut berbangga. Salah satu anggotanya, Tantowi Yahya dipercaya sebagai pembicara kunci pada Forum Pertemuan Wali Kota se-Tiongkok dan ASEAN di Nanning, Rabu (28/9).

Tantowi yang hadir sebagai Wakil Ketua Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) membeber konsep Presiden Joko Widodo tentang upaya menjadikan Indonesia sebagai negara poros maritim dunia. Anggota Komisi I DPR itu menganggap forum tersebut punya nilai strategis untuk menjelaskan arah pembangunan di Indonesia saat ini, terutama menghadapi konsep Tiongkok tentang One Belt One Road (OBOR).

Forum itu memang bergengsi. Pesertanya adalah 150 wali kota dan pejabat tinggi Tiongkok serta ASEAN. Tema yang disodorkan pun menarik, yakni 21st Century China Maritime Silk Road, China-Asean Community of Cities atau Jalur Sutra Maritim Abad ke-21, Komunitas Kota China-ASEAN.

Tantowi di forum itu mengatakan, Indonesia sedang gencar-gencarnya membangun konektivitas antar-wilayah. “Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo tengah giat-giatnya membangun infrakstruktur, baik di darat dan di laut dalam rangka menciptakan konektivitas,” ujarnya sebagaimana dikutip dari siaran pers ke JPNN.

Ia menegaskan,  dalam rangka membangun konektivitas itu pula dibutuhkan dana besar. Menurut Tantowi, anggaran pembangunan infrastruktur tentu tak cukup jika hanya mengandalkan uang negara.

Karenanya, diperlukan kerja sama dengan pihak lain untuk merealisasikan konektivitas antar-wilayah di Indonesia. “Oleh karenanya diperlukan sinergitas dengan dunia internasional melalui berbagai sumber pendanaan, dan kerja sama komprehensif dengan negara-negara di kawasan,“ paparnya.

Selain itu, Tantowi juga mengingatkan pemerintah Tiongkok yang kini mengusung konsep One Belt One Road (OBOR). Bagi Tiongkok, OBOR merupakan proyek prestitius karena akan mengintegrasikan 65 negara dengan total populasi 4,4 miliar dan mencakup 40 persen dari gross domestic product (GDP) dunia.

Simpelnya,  OBOR merupakan konsep besar Tiongkok untuk mengintegrasikan negara-negara Asia Tengah ke Eropa dan Afrika. Tiongkok mengklaim negara-negara yang masuk dalam cakupan OBOR akan mendapatkan berbagai keuntungan. Bukan saja di bidang ekonomi dan perdagangan, tapi juga dalam hubungan antar penduduk (people to people),  konektivitas, pertukaran budaya dan lain-lain.  

JAKARTA - DPR khususnya Fraksi Partai Golkar patut berbangga. Salah satu anggotanya, Tantowi Yahya dipercaya sebagai pembicara kunci pada Forum Pertemuan

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News