Jokowi: November, Harga Gas di Bawah USD 6

Jokowi: November, Harga Gas di Bawah USD 6
Presiden Joko Widodo. Foto: dok.JPNN

jpnn.com - JAKARTA--- Presiden Joko Widodo memerintahkan agar harga gas ditekan hingga di bawah USD 6 per juta metrik british thermal unit (MMBTU). 

Menurutnya, itu untuk meningkatkan daya saing industri

Jokowi, sapaannya menilai, harga tersebut terlampau tinggi di tengah melimpahnya pasokan gas nasional.

 Untuk itu, Presiden menugaskan Menko Perekonomian Darmin Nasution, Menko Kemaritiman Luhut Padjaitan dan , Menperin Airlangga Hartarto serta Menkeu  Sri Mulyanu melakukan melakukan finalisasi harga gas dengan tenggat waktu November.

"Jangan sampai produk industri kita kalah bersaing hanya gara-gara masalah harga gas kita yang terlalu mahal. Saya minta dilakukan langkah-langkah konket agar harga gas kita lebih kompetitif," kata presiden dalam rapat terbatas di Kantor Presiden.

Saat ini, harga gas nasional mencapai USD 9.5 per MMBTU. Bahkan di beberapa titik, seperti Sumatera Utara, harga gas yang diberlakukan untuk industri adalah USD 12 per MMBTU.

Menurut Jokowi, harga gas nasional lebih tinggi ketimbang negara lain yang cadangan gasnya tidak sebanyak Indonesia. Presiden mengatakan, jika hal tersebut terus dibiarkan, industri dalam negeri bakal tertekan.

"Di Vietnam hanya USD 7 per MMBTU. alaysia, Singapura hanya SGD 4 per MMBtu. Padahal, negara kita punya cadangan gas bumi yang banyak, dan sebaliknya negara tersebut, bisa dikategorikan impor gas bumi. ini harus dibenahi , karena implikasi besar pada kemampuan daya saing industri kita terutama keramik, tekstil, petrokimia, pupuk, baja yang banyak gunakan gas," imbuhnya.

JAKARTA--- Presiden Joko Widodo memerintahkan agar harga gas ditekan hingga di bawah USD 6 per juta metrik british thermal unit (MMBTU).  Menurutnya,

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News