Tragis, Gara-gara Nilai Ujian Bocah SD Loncat dari Lantai 17

Tragis, Gara-gara Nilai Ujian Bocah SD Loncat dari Lantai 17
Ilustrasi bunuh diri

jpnn.com - Setelah melakukan penyelidikan secara intensif, kepolisian Singapura akhirnya memutuskan kasus kematian bocah SD pada Mei lalu karena bunuh diri. Bocah berusia 11 tahun itu lompat dari apartemen tempatnya tinggal, karena takut dimarahi lantaran nilai ujiannya yang jelek

Menurut Strait Times, selama ini siswa tersebut dikenal sebagai sosok yang pandai. Namun ujian sekolah mengubah semuanya. Anak itu mendapatkan hasil buruk dari ujian Bahasa Inggris, Matematika, dan Bahasa Tiongkok. Masing-masing nilai yang dia dapat adalah 50, 20,5, dan 53,8 dari total nilai 100.

Bisa ditebak, karena nilainya yang jelek, keesokan harinya anak itu mendapat hukuman dan amarah dari ibunya. Petaka tak berhenti di situ, pada 16 Mei atau dua hari berselang, bocah malang itu kembali mendapat nilai jelek untuk mata pelajaran IPA.

Alhasil, hukuman berupa pukulan di telapak tangan dari ibunya kembali dia dapat. “Anak itu menangis dan bersedih, tapi tak terlalu lama,” tulis Strait Times.

Namun, isi hati anak kecil siapa yang tahu. Entah karena masih menyimpan rasa takut, dua hari kemudian, si anak ditemukan di aspal apartemen dengan luka parah di bagian kepala setelah melompat dari lantai 17 apartemennya.

”Orang tua dan pendidik harus memastikan ada di samping anak-anak untuk membantu mereka setiap mengalami kesulitas,” kata penyidik yang menangani masalah ini. (JPNN/pda)


Setelah melakukan penyelidikan secara intensif, kepolisian Singapura akhirnya memutuskan kasus kematian bocah SD pada Mei lalu karena bunuh diri.


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News