Solusi dari China

Solusi dari China
Solusi dari China
Solusi dari China

Bagi alumni Monash, Zhong Xing (Cindy), makanan lebih dari sekadar asupan untuk tubuh.

Makanan adalah bagian dari sejarah diri dan menghubungkan Anda dengan keluarga dan teman-teman. Sebagai seorang mahasiswa, ratusan kilometer jauhnya dari kampung halaman, Cindy merindukan masakan ibunya serta kenyamanan dan keterikatan yang dibawanya.

"Di rumah saya, kami biasa makan banyak sup yang terbuat dari sayuran atau ayam. Tapi di bagian utara China, semua makanan pasti bersentuhan dengan api, dipanggang atau dibakar. Sangat berbeda," tuturnya.

Pengalaman pertama rindu kampung halaman menjadi kekuatan pendorong ketika menyelesaikan gelar sarjana di bidang mekatronik, Cindy diterima di Sekolah Pasca Sarjana Universitas Southeastern-Universitas Monash (Suzhou) untuk belajar Master Desain Industri dengan gelar ganda.

Salah satu tujuan utama dari kerjasama internasional ini adalah untuk menghasilkan mahasiswa yang bisa memahami masalah yang dihadapi China dan berpikir kreatif tentang bagaimana menyelesaikannya.

Bagi Cindy, hal itu berarti fokus pada makanan. Apakah yang diwakilinya? Apa yang ada di balik sejumlah citarasa intens, yang membuat makanan jadi wadah penting bagi kenangan dan berbagai kaitannya?

Terpisah dari keluarga dan teman-teman, dan laju kehidupan yang cepat seringkali berarti bahwa makanan berkualitas baik dan waktu makan bersama keluarga menjadi semakin langka; resep tradisional favorit keluarga dilupakan, diganti dengan menu Barat.

Cindy bertanya-tanya apakah dia bisa menjembatani kesenjangan itu dengan teknologi. Dan, pada akhir program kuliah dua tahunnya, dia telah menciptakan C-YUM sendok digital yang mendeteksi alergi makanan, bisa menyimpan resep dan memiliki termometer di dalamnya.

Bagi alumni Monash, Zhong Xing (Cindy), makanan lebih dari sekadar asupan untuk tubuh. Makanan adalah bagian dari sejarah diri dan menghubungkan

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News