Si Cantik Gelisah karena Sang Panglima Belum juga Pulang

Si Cantik Gelisah karena Sang Panglima Belum juga Pulang
PENTAS. Seniman dan seniwati memainkan perannya dengan elok pada pementasan teater drama Musang Berjanggung di gedung Societeit de Harmoni, Minggu, 23 Oktober. Foto: NURHADI/ FAJAR

jpnn.com - SALAH satu karya sastra Melayu yang cukup terkenal, Musang Berjanggut. Ceritanya tentang kearifan lokal yang mampu mengatasi godaan tahta, harta, dan wanita.

EDWARD ADE SAPUTRA - Makassar

Irama musik Melayu dengan lantunan lagu Selayang Pandang menjadi pembuka pentas Musang Berjanggut di Gedung Kesenian Sulsel Gedung Societeit de Harmoni. 

Di sela, irama musik yang lambat itu muncul seorang puteri di atas panggung. Namanya, Siti Syarifah.

Perempuan berparas ayu ini ternyata isteri seorang panglima bernama Cik Awang. 

Dari raut wajahnya yang cantik terlihat ada perasaan yang ia pendam. 

Gelisah karena sang panglima belum juga pulang. Padahal, malam hari sudah larut.

Di tengah kegelisahannya, Cik Awang tiba-tiba muncul. Wajahnya lusuh. 

SALAH satu karya sastra Melayu yang cukup terkenal, Musang Berjanggut. Ceritanya tentang kearifan lokal yang mampu mengatasi godaan tahta, harta,

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News