Bawaslu Waspadai Mobilisasi Pemilih dari Daerah Tetangga

Bawaslu Waspadai Mobilisasi Pemilih dari Daerah Tetangga
Pilkada. Ilustrasi Foto: dok.JPNN.com

jpnn.com - MAMAJU - Bawaslu Sulawesi Barat menilai, daerah perbatasan harus diwaspadai karena rawan dimanfaatkan untuk memobilisasi pemilih pada pilgub Sulbar 2017.  

Hal ini terkait wilayah Sulbar yang berbatasan darat dengan dua provinsi.

Yakni Kabupaten Polman yang berbatasan dengan Sulsel, dan Kabupaten Mamuju Utara yang berbatasan dengan Sulteng.

Komisioner Bawaslu Sulbar, Muhammad Yunus, mengatakan, dua daerah ini, (Mamuju Utara-Polman) yang berbatasan langsung dengan provinsi lain, menjadi perhatian utama karena sangat berpotensi dimanfaatkan kelompok tertentu untuk memobilisasi pemilih lintas provinsi.

"Rawan mobilisasi pemilih dari Sulsel dan Sulteng. Kalau antar kabupaten dalam wilayah Sulbar itu tingkat kerawanannya rendah," ungkap Yunus, seperti diberitakan Fajar (Jawa Pos Group).

Yunus mengatakan, jajaran Panwaslu akan melakukan pemantauan aktivitas warga di daerah perbatasan jelang pemilihan 15 Februari nanti.

Meski pemilih kali ini menggunakan KTP elektronik atau surat keterangan dari Dinas Catatan Sipil, namun potensi mobilisasi pemilih tetap terbuka.


"Kita menghindari penggunaan C6 oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab, Bawaslu menyarankan agar pada saat akan memasuki TPS, pemilih dapat diminta untuk menujukkan KTP elektronik atau surat keterangan," tuturnya.

MAMAJU - Bawaslu Sulawesi Barat menilai, daerah perbatasan harus diwaspadai karena rawan dimanfaatkan untuk memobilisasi pemilih pada pilgub Sulbar

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News