Warga mengumpulkan sampah plastik dengan latar belakang Gunung Gede-Pangrango di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Galuga, Bogor, Kamis (16/11). Kondisi TPA Galuga kini sudah kritis. Kapasitasnya hampir mencapai batas maksimum, sementara seluruh wilayah Bogor Raya masih bergantung pada tempat pembuangan ini. Tanpa inovasi pengelolaan yang lebih modern, risiko pencemaran akan semakin besar. Sebagai langkah antisipatif, KLHK berupaya menggandeng investor untuk mengembangkan sistem pengolahan sampah berbasis energi terbarukan. Rencana tersebut mencakup pembangunan fasilitas pengolahan sampah menjadi listrik dengan teknologi tepat guna, sehingga tidak hanya mengurangi volume sampah, tetapi juga menghasilkan sumber daya energi yang bermanfaat bagi masyarakat sekitar.
Warga mengumpulkan sampah plastik dengan latar belakang Gunung Gede-Pangrango di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Galuga, Bogor, Kamis (16/11). Kondisi TPA Galuga kini sudah kritis. Kapasitasnya hampir mencapai batas maksimum, sementara seluruh wilayah Bogor Raya masih bergantung pada tempat pembuangan ini. Tanpa inovasi pengelolaan yang lebih modern, risiko pencemaran akan semakin besar. Sebagai langkah antisipatif, KLHK berupaya menggandeng investor untuk mengembangkan sistem pengolahan sampah berbasis energi terbarukan. Rencana tersebut mencakup pembangunan fasilitas pengolahan sampah menjadi listrik dengan teknologi tepat guna, sehingga tidak hanya mengurangi volume sampah, tetapi juga menghasilkan sumber daya energi yang bermanfaat bagi masyarakat sekitar.
Warga mengumpulkan sampah plastik dengan latar belakang Gunung Gede-Pangrango di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Galuga, Bogor, Kamis (16/11). Kondisi TPA Galuga kini sudah kritis. Kapasitasnya hampir mencapai batas maksimum, sementara seluruh wilayah Bogor Raya masih bergantung pada tempat pembuangan ini. Tanpa inovasi pengelolaan yang lebih modern, risiko pencemaran akan semakin besar. Sebagai langkah antisipatif, KLHK berupaya menggandeng investor untuk mengembangkan sistem pengolahan sampah berbasis energi terbarukan. Rencana tersebut mencakup pembangunan fasilitas pengolahan sampah menjadi listrik dengan teknologi tepat guna, sehingga tidak hanya mengurangi volume sampah, tetapi juga menghasilkan sumber daya energi yang bermanfaat bagi masyarakat sekitar.
Warga mengumpulkan sampah plastik dengan latar belakang Gunung Gede-Pangrango di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Galuga, Bogor, Kamis (16/11). Kondisi TPA Galuga kini sudah kritis. Kapasitasnya hampir mencapai batas maksimum, sementara seluruh wilayah Bogor Raya masih bergantung pada tempat pembuangan ini. Tanpa inovasi pengelolaan yang lebih modern, risiko pencemaran akan semakin besar.
Warga mengumpulkan sampah plastik dengan latar belakang Gunung Gede-Pangrango di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Galuga, Bogor, Kamis (16/11). Kondisi TPA Galuga kini sudah kritis. Kapasitasnya hampir mencapai batas maksimum, sementara seluruh wilayah Bogor Raya masih bergantung pada tempat pembuangan ini. Tanpa inovasi pengelolaan yang lebih modern, risiko pencemaran akan semakin besar. Sebagai langkah antisipatif, KLHK berupaya menggandeng investor untuk mengembangkan sistem pengolahan sampah berbasis energi terbarukan. Rencana tersebut mencakup pembangunan fasilitas pengolahan sampah menjadi listrik dengan teknologi tepat guna, sehingga tidak hanya mengurangi volume sampah, tetapi juga menghasilkan sumber daya energi yang bermanfaat bagi masyarakat sekitar.
Warga mengumpulkan sampah plastik dengan latar belakang Gunung Gede-Pangrango di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Galuga, Bogor, Kamis (16/11). Kondisi TPA Galuga kini sudah kritis. Kapasitasnya hampir mencapai batas maksimum, sementara seluruh wilayah Bogor Raya masih bergantung pada tempat pembuangan ini. Tanpa inovasi pengelolaan yang lebih modern, risiko pencemaran akan semakin besar. Sebagai langkah antisipatif, KLHK berupaya menggandeng investor untuk mengembangkan sistem pengolahan sampah berbasis energi terbarukan. Rencana tersebut mencakup pembangunan fasilitas pengolahan sampah menjadi listrik dengan teknologi tepat guna, sehingga tidak hanya mengurangi volume sampah, tetapi juga menghasilkan sumber daya energi yang bermanfaat bagi masyarakat sekitar.