10 Jenazah Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur Dibawa ke RS Polri

10 Jenazah Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur Dibawa ke RS Polri
Sejumlah keluarga korban kecelakaan maut yang melibatkan KRL Commuter Line dan KA Argo Bromo di perlintasan Bekasi Timur mulai mendatangi RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Selasa (28/4). Foto: Kenny Kurnia Putra/jpnn

Hingga saat ini, dia masih menunggu keterangan resmi dari pihak kepolisian maupun tim medis.

"Tadi sudah menyerahkan data KTP, sekarang tinggal menunggu ijazah untuk melihat sidik jari. Kami belum mendapat kejelasan apakah Vica ada di dalam (daftar korban) atau tidak," imbuhnya.

Suasana haru menyelimuti kedatangan Wasirin. Dia menceritakan bahwa orang tua Vica saat ini sedang dalam perjalanan dari kampung halaman menuju Jakarta.

Ironisnya, orang tua korban baru saja melayat kerabat yang meninggal dunia di kampung.

Dalam kesempatan tersebut, Wasirin juga mendesak pihak operator kereta api untuk bertanggung jawab penuh atas insiden berdarah tersebut.

"Kami meminta pertanggungjawaban sepenuhnya kepada pihak kereta api terkait peristiwa tragis ini," tegasnya.

Hingga berita ini diturunkan, tim kedokteran forensik RS Polri masih terus melakukan proses identifikasi secara mendalam terhadap sepuluh jenazah yang ada.

Belum ada keterangan resmi mengenai identitas lengkap seluruh korban yang tewas dalam insiden di Stasiun Bekasi Timur tersebut.(mcr8/jpnn)

Sejumlah keluarga korban kecelakaan maut yang melibatkan KRL Commuter Line dan KA Argo Bromo di perlintasan Bekasi Timur mulai mendatangi RS Polri Kramat Jati,

Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News