10 Jenazah Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur Dibawa ke RS Polri
Hingga saat ini, dia masih menunggu keterangan resmi dari pihak kepolisian maupun tim medis.
"Tadi sudah menyerahkan data KTP, sekarang tinggal menunggu ijazah untuk melihat sidik jari. Kami belum mendapat kejelasan apakah Vica ada di dalam (daftar korban) atau tidak," imbuhnya.
Suasana haru menyelimuti kedatangan Wasirin. Dia menceritakan bahwa orang tua Vica saat ini sedang dalam perjalanan dari kampung halaman menuju Jakarta.
Ironisnya, orang tua korban baru saja melayat kerabat yang meninggal dunia di kampung.
Dalam kesempatan tersebut, Wasirin juga mendesak pihak operator kereta api untuk bertanggung jawab penuh atas insiden berdarah tersebut.
"Kami meminta pertanggungjawaban sepenuhnya kepada pihak kereta api terkait peristiwa tragis ini," tegasnya.
Hingga berita ini diturunkan, tim kedokteran forensik RS Polri masih terus melakukan proses identifikasi secara mendalam terhadap sepuluh jenazah yang ada.
Belum ada keterangan resmi mengenai identitas lengkap seluruh korban yang tewas dalam insiden di Stasiun Bekasi Timur tersebut.(mcr8/jpnn)
Sejumlah keluarga korban kecelakaan maut yang melibatkan KRL Commuter Line dan KA Argo Bromo di perlintasan Bekasi Timur mulai mendatangi RS Polri Kramat Jati,
Redaktur & Reporter : Tim Redaksi
- KAI Commuter Tembus 400 Juta Penumpang, Dirayakan Lewat Lomba Seni
- KAI Daop 8 Surabaya Sesuaikan Tarif, Catat Besaran & Tanggal Berlakunya
- Dukung Kesiapan Pengamanan Perlintasan, KAI Properti Operasikan 9 Gardu JPL
- Soroti Penetapan Tersangka Masinis, Pengamat Minta Aparat Periksa Pejabat DJKA
- Masinis Argo Anggrek Jadi Tersangka, Sahroni Ungkit Proses Hukum Pihak Taksi Hijau
- Masinis KA Argo Bromo Jadi Tersangka Tabrakan Kereta di Bekasi
JPNN.com




