10 Warga Minang Meninggal Dunia, Korban Kerusuhan di Wamena

10 Warga Minang Meninggal Dunia, Korban Kerusuhan di Wamena
Suasana saat terjadi demo anarkis di Wamena, Ibu Kota Kabupaten Jayawijaya, Papua, Senin. (ANTARA/HO)

jpnn.com, PADANG - Sepuluh orang perantau asal Sumatera Barat (Sumbar) meninggal dunia, menjadi korban kerusuhan di Wamena, Papua. Dari jumlah tersebut, delapan jenazah akan dipulangkan pada Rabu (25/9) sore melalui Bandara Sentani di Jayapura.

"Opsinya, jenazah diterbangkan dengan pesawat Hercules dari Bandara Wamena ke Bandara Sentani, Jayapura, untuk diberangkatkan ke Jakarta pukul 17.00 WIT," kata Ketua Ikatan Keluarga Minang Papua Zul Sikumbang saat dihubungi dari Padang.

Namun, ia mengatakan, ada kemungkinan jenazah kedelapan perantau Sumbar tersebut harus bermalam di Bandara Sentani dan pada Kamis baru diberangkatkan ke Jakarta via Makasar untuk kemudian dibawa ke Bandara Internasional Minangkabau (BIM).

Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit mengatakan bahwa berdasarkan hasil koordinasi biaya pemulangan jenazah akan ditanggung oleh Pemerintah Kabupaten Jayawijaya. Sementara biaya peti mati ditanggung oleh Pemerintah Provinsi Sumbar.

"Kita akan siapkan ambulans di BIM untuk mengantarkan peti jenazah ke rumah duka," kata dia.

Rencananya jenazah akan dimakamkan di Makam Pahlawan Pesisir Selatan. Namun pemerintah masih menunggu persetujuan dari keluarga mengenai hal itu.

Sementara itu, menurut Kepala Biro Humas Sekretariat Provinsi Sumbar Jasman jumlah perantau Sumbar yang meninggal dalam kerusuhan di Wamena sudah bertambah menjadi 10 orang.

Perantau Minang yang menurut informasi terkini meninggal dunia berasal dari Kecamatan Bayang Utara, Pesisir Selatan. Di Wamena, dia bekerja di bengkel. (Miko E/ant/jpnn)

Hingga saat ini dilaporkan terdapat 10 warga Minang atau perantau asal Sumbar meninggal dunia, korban kerusuhan Wamena.


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News