11 Orang Tewas saat Pemusnahan Amunisi di Garut, Ini Respons Kemenhan
jpnn.com - Karo Infohan Setjen Kemenhan Brigadir Jenderal Frega Wenas Inkiriwang menyebut TNI langsung melaksanakan penyelidikan menyikapi kabar pemusnahan amunisi di Garut, Senin (12/5) ini yang berujung tewasnya prajurit serta warga sipil.
Frega mengatakan proses penyelidikan terhadap insiden pemusnahan amunisi kedaluwarsa dilakukan dengan memedomani standar keamanan.
"Saat ini proses investigasi sedang dilakukan. Selama investigasi akan terus memedomani prosedur keamanan yang berlaku," katanya melalui layanan pesan, Senin (12/5).
Frega mengatakan Menhan RI Sjafrie Sjamsoeddin menyampaikan duka mendalam atas tewasnya belasan orang dari peristiwa pemusnahan amunisi.
"Terkait insiden ledakan saat pemusnahan munisi di Garut hari ini, Menhan RI turut berdukacita yang mendalam atas meninggalnya beberapa prajurit TNI dan warga sipil," kata dia.
Sebelumnya, sebelas orang meninggal dalam pemusnahan amunisi tidak layak yang dilaksanakan TNI di Desa Sagara, Kecamatan Cibalong, Kabupaten Garut, Senin ini.
Sebelas korban meninggal dunia terdiri dari prajurit militer dan warga sipil. Jenazah mereka pun telah dievakuasi ke RSUD Pameungpeuk, Kabupaten Garut.
Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Hendra Rochmawan pun membenarkan informasi peristiwa ledakan amunisi kedaluwarsa itu.
Kemenhan menyebut Mabes TNI melakukan investigasi terkait pemusnahan amunisi di Garut yang memakan sebelas korban jiwa. Begini penjelasan Kemenhan.
- 15 Pelanggaran yang Jadi Sasaran Operasi Patuh Lodaya 2026
- Sengketa Lahan TNI AL dan Masyarakat Pasuruan, Kemendagri Bicara Data
- Bidan Rafika Ditemukan Tewas di Drainase, Diduga Korban Pembunuhan
- GMNI Jakarta Soroti Aksi Militerisme, Minta TNI Fokus Urus Pertahanan
- PTPN IV & TNI-Polri Teken Kerja Sama untuk Menjaga Objek Vital Nasional
- Usman Hamid Sebut Tuntutan Oditur Militer Jauh dari Rasa Keadilan Bagi Andrie Yunus
JPNN.com




