Selasa, 20 Agustus 2019 – 16:59 WIB

17 ABK Kapal Kargo Karam Masih Hilang

Rabu, 14 Maret 2012 – 11:19 WIB
17 ABK Kapal Kargo Karam Masih Hilang - JPNN.COM

KOTAAGUNG – Cuaca buruk menjadi penyebab karamnya kapal kargo Serunting I di wilayah perairan Bengkulu pada 7 Maret 2012. Kepastian ini diungkapkan Nanda Saputra, seorang kru kapal yang berhasil selamat, kepada aparat di Pos Polair Pelabuhan Kotaagung, Tanggamus..

Kepala Pos Polair Bripka Subur Nursokhib mengatakan, dari penuturan Nanda, pihaknya mengetahui bahwa jumlah anak buah kapal (ABK) Serunting I adalah 18 orang.’’Kapal itu berasal dari Camplong, Madura, Jawa Timur, dengan tujuan Pelabuhan Teluk Bayur, Padang, Sumatera Barat,” tutur Subur, Selasa (13/3).

Serunting I sebelumnya sempat sandar di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, selama tiga hari. Baru pada Senin (5/3) pukul 10.00 WIB, kapal milik PT Adi Guna Kurnia Lines memasuki perairan laut Krui, Lampung Barat.

Dilanjutkan Subur, setelah berada di perairan Krui, kapal melanjutkan perjalanan. Inilah awal musibah tragis itu. Pada Rabu (7/3) sekitar pukul 02.30 WIB ketika kapal dengan panjang 99 meter dan lebar 15 meter itu diperkirakan berada di perairan laut Bengkulu, cuaca yang sebelumnya bersahabat berubah menjadi ganas.
Hujan deras disertai gelombang tinggi menghajar kapal bermuatan sekitar 3 ribu ton garam itu. Akibatnya, kapal oleng ke kiri dan bagian depan kapal secara perlahan masuk ke dalam laut serta tenggelam.

Mengetahui kondisi itu, Nanda bersama beberapa rekannya langsung melompat ke laut. Untungnya, saat melompat, Nanda berhasil meraih pelampung dan naik ke atasnya.
Nanda sempat terombang-ambing sekitar 27 jam. Baru pada Kamis (8/3) pukul 05.30 WIB, Nanda terdampar di perairan laut Tanjungbelimbing, Lambar. Dirinya kali pertama ditemukan sekuriti Arta Graha yang langsung menginformasikan penemuan itu kepada Syahbandar, Polair, dan TNI-AL Pelabuhan Laut Kotaagung.

Mendapat informasi itu, pihak-pihak terkait langsung membentuk tim yang difasilitasi Pertamina. Mereka langsung menuju Tanjungbelimbing. Sayangnya, kala itu perjalanan menjemput Nanda gagal karena cuaca memburuk. ’’Tim akhirnya memutuskan untuk merapat di perairan Laut Tampang, Pematangsawa, Tanggamus. Selanjutnya balik kembali ke arah Pelabuhan Laut Kotaagung,” ujar Subur.

Kondisi cuaca ini memaksa Nanda melanjutkan perjalanan menuju Kotaagung melalui jalur darat. Ia berjalan kaki sampai ke Pekon Tampang dengan diantar ABK kapal Bronko milik Arta Graha. Setelah itu baru bisa melanjutkan melalui jalur laut dengan menumpang kapal Kurnia. Nanda baru tiba di Pelabuhan Kotaagung pada Sabtu (10/3) pukul 18.30 WIB.

Terpisah, Kapolres Tanggamus AKBP Bayu Aji, S.I.K., M.Hum. ketika dikonfirmasi menyatakan bahwa Tim Badan SAR Nasional (Basarnas) pada hari itu kembali melakukan pencarian terhadap 17 ABK kapal kargo Serunting I yang belum diketahui nasibnya.

Tim mengerahkan satu helikopter dan empat unit kapal laut. Pencarian dilakukan dengan menyisir dan menelusuri perairan laut Tanggamus, Krui, dan Bengkulu. ’’Polres Tanggamus juga ikut memberikan bantuan logistik dalam upaya penyelamatan itu,” ungkapnya. (ehl/c2/fik)
SHARES
Sponsored Content
loading...
loading...
Komentar