20 Tahun

Oleh Dahlan Iskan

20 Tahun
Dahlan Iskan. Foto: dok JPNN.com

Robert juga mengontrol apakah petugas kebersihan rumah sakit itu cukup baik dalam menjaga kebersihan dan kesehatan ruangan saya –termasuk toilet dan kamar mandinya.

Baca Juga:

Ia yang belanja handuk, sikat gigi, dan beli buah-buahan. Ia yang atur saya dan keluarga ke restoran mana yang diperbolehkan dan mana yang tidak. Ia ikut tidak pernah makan babi selama bersama saya.

Kadang ia juga yang mendorong kursi roda.

Semua itu ia kerjakan dengan sepenuh hati. Secara probono. Ia tidak perlu dapat apa-apa dari saya. Rasanya tabungan uang Robert lebih banyak dari tabungan saya. Persahabatan kami sangat murni. Saya sering minta maaf ke Dorothi, istrinya, yang begitu lama ditinggalkannya untuk saya.

"Ia sudah biasa lama meninggalkan saya," ujar Dorothi lantas tertawa kecil seperti kebiasaannya.

Robert memang menjadi komisaris di beberapa perusahaan Hong Kong. Harus sering ke Hong Kong. Juga ke negara-negara di mana perusahaan itu punya wilayah operasi. Juga untuk main golf.

"Sudah main golf di negara mana saja?" tanya saya suatu saat.

"Sebut saja negaranya. Lalu saya jawab sudah atau belum," jawabnya.

Hari ini –tepat 20 tahun yang lalu– saya di antara hidup dan mati. Di bagian lain di bawah tulisan ini ada tulisan Robert Lai untuk mengenang apa yang terjadi.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News