3 Fakta Medsos Bisa Jadi Alat Bantu Pembelajaran Digital, Guru Harus Tahu

3 Fakta Medsos Bisa Jadi Alat Bantu Pembelajaran Digital, Guru Harus Tahu
Pelajar pendidikan anak usia dini saat sedang mengikuti pembelajaran jarak jauh (PJJ) melalui gadget. Foto/ilustrasi: Ricardo/JPNN.Com

jpnn.com, JAKARTA - Hasil penelitian yang dilakukan tim dosen Universitas Muhammadiyah Prof Dr Hamka (Uhamka) memperlihatkan peran media sosial dalam mendukung proses pembelajaran dalam kelas digital.

Tiga dosen Uhamka yang melakukan penelitian tersebut ialah Herri Mulyono, Gunawan Suryoputro, dan Shafa Ramadhanya guna menjawab tantangan yang dihadapi guru dalam pembelajaran semasa pandemi Covid-19.

Penelitian yang didanai hibah DRPM Dikti tahun 2019-2020 itu menguraikan bagaimana integrasi media sosial (medsos) dalam pembelajaran online bisa diterima baik oleh siswa.

"Sosial media bisa menjadi alat bantu guru dalam menjaga interaksi dan keterikatan siswa dengan kegiatan belajar yang mereka ikuti," kata Herri Mulyono di Jakarta, Minggu (26/9).

Hasil penelitian tersebut menjadi pelajaran bagaimana pemanfaatan medsos seperti WhatsApp dapat menjadi teknologi pendukung dalam proses pembelajaran digital.

Dalam penelitian tersebut ada tiga fakta bahwa medsos menjadi teknologi alternatif dalam pengelolaan kelas pembelajaran digital, yaitu:

Pertama, integrasi medsos dalam kelas digital harus diarahkan sebagai alat distribusi informasi terkait kegiatan instruksional, baik yang bersumber dari sekolah kepada siswa, guru kepada siswa ataupun penyebaran informasi instruksional di antara siswa itu sendiri.

Kedua, pengelolaan kelas pembelajaran digital yang memanfaatkan medsos harus mampu menciptakan ruang bagi siswa untuk mengekspresikan ide dan gagasannya melalui kelompok-kelompok diskusi.

Hasil penelitian tim dosen Uhamka menemukan tiga fakta penggunaan medsos bisa membantu guru dalam pembelajaran digital di masa pandemi Covid-19.