34 Santriwati Jadi Korban Kebejatan Ustaz SMT di Trenggalek, Begini Modusnya

34 Santriwati Jadi Korban Kebejatan Ustaz SMT di Trenggalek, Begini Modusnya
SMT mencabuli 34 santriwatinya dengan mengatakan harus menuruti gurunya. Foto: Dok. Polres Trenggalek

jpnn.com, TRENGGALEK - Gelar ustaz yang disematkan kepada SMT tak mencerminkan perbuatannya yang seharusnya mendidik para muridnya. Dia justru melakukan pencabulan terhadap 34 santriwati di pondok pesantren yang diasuhnya. 

Kasat Reskrim Polres Trenggalek AKP Arief Rizky Wicaksana mengatakan selama dua tahun pelaku membujuk para korbannya dengan menggunakan kedudukannya sebagai guru.

"Rata-rata melakukan perbuatannya pada siang hari di tempat yang sepi di area ponpes," kata Arief, Jumat (24/9).

Santriwati yang menyegani dan takut kepada SMT dimanfaatkan untuk memuaskan nafsu bejatnya. 

"Korban dibujuk dan dirayu dengan kalimat kalau sama gurunya harus nurut, tidak boleh membantah," ujar dia.

Alumni Akpol Tahun 2013 itu menambahkan meski sudah puluhan santri yang menjadi korban baru satu yang membuat laporan. 

Untuk itu, Polres Trenggalek membuka posko pengaduan apabila korban lainnya ingin melapor. 

"Tidak perlu khawatir dan ragu, karena identitas korban pasti kami jamin kerahasiaannya," ucap mantan Kanit Resmob Polrestabes Surabaya itu.

Aksi cabul tersangka terbongkar ketika salah satu santriwati tiba-tiba meminta keluar dari pondok. 

Baca Juga: Petugas Rutan Bareskrim saat M Kece Dianiaya Diperiksa Propam, Ini Hasilnya

Kemudian dia menceritakan kepada orang tuanya bahwa mendapat tindakan cabul oleh salah satu gurunya. (mcr12/jpnn) 

Gelar ustaz yang disematkan kepada SMT tak mencerminkan perbuatannya yang seharusnya mendidik para muridnya. Dia justru melakukan pencabulan terhadap 34 santriwati di pondok pesantren yang diasuhnya.


Redaktur : Budi
Reporter : Arry Saputra

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News