4 Tahun di Bawah Binaan Hutama Karya, 65 Perajin Ogan Ilir Mulai Mandiri
Kini pengelolaan usaha diserahkan kepada kelompok perajin dan pemerintah daerah.
Program Sentra Kriya Ogan Ilir telah berjalan bertahap sejak 2023 melalui program HK Peduli Kreatif.
Pendampingan kemudian diperluas ke pengembangan kain Gebeng, pemasaran digital, katalog produk, penguatan koperasi serta promosi produk kerajinan lokal.
Salah satu hasilnya, motif Limar Padi Pegangan pada Kain Gebeng telah didaftarkan untuk memperoleh Hak Kekayaan Intelektual (HAKI).
"Perajin juga telah memiliki mitra pemasaran dan mulai memanfaatkan digital marketing untuk menjangkau konsumen," kata Hamdani.
Ketua Koperasi Produsen Kain Gebeng Maju Berjaya Madu Lukita (26) mengungkapkan, pendampingan tersebut membantu perajin mengatasi persoalan pemasaran.
"Sekarang ada katalog, ada harga yang jelas, dan pembeli bisa lihat dari handphone," ungkap Madu.
Selain peningkatan kapasitas usah, program tersebut juga mencatat nilai Social Return on Investment (SROI) sebesar 2,40.
Sebanyak 65 perajin Ogan Ilir binaan Hutama Karya mulai mengelola usaha secara mandiri.
- Ini Upaya Bea Cukai Malang Agar UMKM Tanaman Hias dan Keripik Tembus Pasar Ekspor
- Grab dan OVO Finansial Edukasi 1.400 Mitra GrabMerchant Seputar Bisnis & Keuangan
- Menjelang MotoGP Indonesia 2026, Pertamina Ajak Masyarakat Rasakan Semangat Balap
- Wagub Taj Yasin Sebut MTQ Nasional di Jateng Juga Jadi Ajang Memperluas Pasar UMKM
- RDP dengan DPR, Tokopedia dan TikTok Shop Jelaskan Penanganan Aduan Penjual
- Angin Segar dari NEO rheumacyl Untuk UMKM yang Sedang Berjuang
JPNN.com




