5 Sukarelawan GPCI Bergabung dalam Misi Global Sumud Flotilla 2026 Menuju Gaza
“Tujuan utama pelayaran ke zona merah ini adalah membuka koridor kemanusiaan agar bantuan kemanusiaan untuk masyarakat Gaza agar semakin terbuka," sambungnya.
Dia juga menjelaskan bahwa dukungan masyarakat Indonesia turut menggerakkan misi ini.
“Totalnya, akan ada tiga kapal yang membawa kontingen Indonesia ini, yaitu hasil patungan dari masyarakat Indonesia yang dititipkan melalui lembaga-lembaga yang tergabung dalam GPCI, selanjutnya setelah itu, tanggal 5 Mei kami akan berangkatkan juga tim yang akan berangkat melalui jalur darat, rencana akan dimulai dari Libya, begitu ya,” tuturnya.
Di antara para sukarelawan, Andi Angga Prasadewa menyebut keberangkatannya sebagai dorongan yang tak bisa ditolak.
“Saya merasa ketepanggolan kemanusiaan, bagian kita mendukung kebebasan Palestina," tutur Andi.
Namun, dia juga jujur tentang ketidakpastian yang menanti.
“Persiapannya, mental, kami tidak tahu situasi yang akan terjadi, persiapan fisik, jalur laut jarang menggunakan kapal laut," tambah Andi
Meski demikian, proses panjang telah mereka lalui. Pelatihan demi pelatihan dijalani, bukan hanya fisik, tetapi juga mental dan spiritual.
Simbol perlawanan sipil global terhadap krisis kemanusiaan yang tak kunjung usai di Gaza, Palestina.
- Serangan Udara Israel Menewaskan 4 Warga Palestina, Termasuk Satu Anak
- Bella Fawzi Gandeng Musisi Indonesia-Malaysia Rilis Lagu Our Power, Seluruh Royalti untuk Palestina
- Kecam Rencana Israel Mencaplok Tepi Barat, Menlu Jerman: Hukum Internasional Itu Mutlak
- Korban Tewas Akibat Agresi Israel di Gaza Capai 73 Ribu jiwa
- Iran Kembali Bombardir Israel, Warga Gaza Kena Dampaknya
- Dukung Jamaat Islami, PUI Suarakan Tatanan Global Baru & Kemerdekaan Palestina
JPNN.com




